Pemerintah Kota Surakarta Rancang Kurikulum Internasional Untuk SMP PK

  • 16 Jun 2026 21:31 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – SMP Program Khusus (PK) di Kota Solo bersiap mengadopsi kurikulum internasional berbasis International Baccalaureate (IB).

Program dirancang agar lulusan SMP negeri di Solo mampu menembus SMA unggulan nasional serta meraih jalur beasiswa internasional.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan upaya peningkatan mutu ini difokuskan pada pemantapan kompetensi dasar global siswa tanpa mengesampingkan prinsip pemerataan ekonomi masyarakat.

Respati menegaskan keseriusan pemerintah daerah untuk menghadirkan sekolah berkualitas tinggi namun tetap berkomitmen menjaga biaya pendidikan agar selalu terjangkau masyarakat.

"Kami serius menanggapi perencanaan untuk transformasi pendidikan negeri di Surakarta. Yang kedua adalah karena ini pendidikan negeri harus tetap terjangkau. Tidak boleh lagi masyarakat kita terbebani biaya sekolah yang mahal." kata Respati saat ditemui usai kunjungan bersama YPKBI di SMPN 25 Surakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

Respati menjelaskan, YPKBI akan melakukan pendampingan penuh mulai dari tahap perencanaan, penyusunan kurikulum, hingga pencarian sumber pendanaan alternatif yang tidak akan membebani orang tua murid.

Fokus utama penguatan kurikulum ini nantinya akan bertumpu pada program bahasa Inggris dan matematika sebagai fondasi dasar bagi para siswa untuk menghadapi kompetisi global serta mengakses beasiswa internasional seperti ASEAN Scholarship.

Menanggapi rancangan tersebut, Direktur Pendidikan YPKBI, Dewi Amri, mengatakan proses transisi sistem kurikulum tidak akan menghapus nilai lokal yang telah berjalan di sekolah.

Pemetaan kapasitas tenaga pendidik dan sarana pendukung menjadi agenda krusial agar program pengayaan materi dapat diadopsi dengan tepat.

Ia memberikan rekomendasi teknis mengenai fokus penguatan standardisasi mata pelajaran internasional bagi siswa tingkat menengah.

"Kebanyakan SMA Unggulan yang disebutkan standarnya sudah menggunakan standar internasional. Jadi bahasa Inggris ini sangat penting bahasa Inggris dan matematika." kata Dewi.

Selain penguatan kurikulum bahasa Inggris dan matematika, program ini nantinya juga bakal menerapkan instrumen asesmen tingkat global untuk mendeteksi kemampuan siswa secara berkala.

Pemerintah Kota Surakarta berharap kolaborasi ini melahirkan lulusan berdaya saing internasional yang mandiri tanpa membebani keuangan orang tua murid. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....