Ujian TKA Perdana, SMP Karanganyar Tembus 10 Besar Jawa Tengah

  • 08 Jun 2026 18:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar mencatatkan prestasi membanggakan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis digital yang baru pertama kali digelar pada tahun 2026 ini. Berdasarkan rekapan tingkat Provinsi Jawa Tengah, untuk jenjang SMP berhasil menembus jajaran 10 besar terbaik, sedangkan untuk jenjang SD menempati peringkat ke-18 se-Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, capaian perdana ini sangat disyukuri mengingat format ujian TKA baru diterapkan tahun ini sehingga tidak bisa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di kawasan Solo Raya sendiri, raihan nilai akumulatif daerah ini mampu bersaing ketat di bawah Kota Solo, Sukoharjo, dan Boyolali.

“Untuk jenjang SMP kita masuk 10 besar se-Jawa Tengah, sedangkan untuk tingkat SD kita berada di peringkat 18 dari rekapan tingkat provinsi. Ujian menggunakan TKA ini kan baru tahun ini dilaksanakan, tahun sebelumnya kan tidak ada, jadi hasilnya jangan dibanding-bandingkan dengan tahun lalu,” kata Hendro Prayitno kepada wartawan, Senin 8 Juni 2026.

Mengenai detail perolehan, Hendro Prayitno merinci nilai rata-rata SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 68,74 dan Matematika berada di angka 43,98, dengan jumlah rata-rata total sebesar 112,72. Sementara untuk tingkat SD, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia tercatat sebesar 66,33 dan Matematika sebesar 47,88, dengan akumulasi jumlah total nilai 111,21.

“Untuk jenjang SMP rata-rata Bahasa Indonesia 68,74 dan Matematika 43,98, sehingga jumlah rata-ratanya 112,72. Terus untuk S-D di Jawa Tengah nomor 18, rata-rata nilai Bahasa Indonesia itu 66,33, Matematika 47,88, dan jumlah total nilainya 111,21, yang mana nanti kami akan membuat rekapan lanjutan untuk tingkat kabupaten,” ujar Hendro.

Kendati menorehkan rapor positif, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar mencatat adanya kendala non-teknis berupa kegagapan siswa tingkat dasar dalam mengoperasikan perangkat digital saat membaca soal di layar laptop. Menurut Hendro, faktor pembiasaan pembelajaran digital ini menjadi evaluasi besar karena ditemukan kasus di mana siswa yang biasanya mendapat nilai bagus pada ujian tertulis justru kebingungan saat ujian TKA.

“Kendalanya bukan hanya di materi, tapi di teknis bahwa pembiasaan anak-anak kita terhadap digital pembelajaran masih kurang karena saat ujian itu pakai laptop. Banyak anak yang masih bingung pada saat membaca soal di layar, bahkan beberapa anak yang kalau tertulis nilainya bagus, begitu pakai TKA malah bingung, sehingga ini jadi P-R kita ke depan,” ucapnya.

Selain faktor adaptasi digital pada murid, kendala geografis seperti kontur wilayah pegunungan di SMP Jatiyoso maupun Ngargoyoso juga memicu terjadinya gangguan jaringan internet di awal ujian yang menyita waktu pengerjaan siswa. Hendro juga menambahkan nilai rata-rata total daerah terdampak oleh banyaknya jumlah pembagi satuan pendidikan di Karanganyar yang mencapai 485 sekolah.

“Kami sempat terkendala di jaringan untuk sekolah di daerah geografis tertentu sehingga trouble di awal dan kehilangan waktu 15 sampai 30 menit. Terkait nilai TKA kenapa bisa lebih rendah dari kabupaten lain, itu karena faktor pembaginya banyak yaitu 485 sekolah, padahal nilai tertinggi di satu dua sekolah kita sebenarnya sudah jauh di atas rata-rata provinsi,” ujar Hendro.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....