Solo Perkuat Ruang Bermain Anak

  • 12 Jun 2026 13:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta : Dalam rangka memperingati Hari Bermain Internasional, UNICEF, menegaskan kembali perlunya komitmen bersama untuk memastikan setiap anak dapat menikmati haknya untuk bermain di lingkungan yang aman, inklusif, dan berkualitas.

Hari Bermain Internasional yang diperingati setiap tanggal 11 Juni merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran bahwa bermain merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.

Tema global tahun 2026, “Protect Play, Protect Childhood”, menegaskan bahwa masa kanak-kanak yang sehat dan bahagia bergantung pada terpenuhinya kesempatan bermain bagi setiap anak.

Sebagai kota yang dikenal ramah anak, Surakarta telah menunjukkan komitmen nyata melalui pembangunan Monumen Hak Anak di Taman Jayawijaya pada tahun 2019 — hasil desain anak-anak dari Forum Anak Surakarta yang diwujudkan melalui kolaborasi dengan UNICEF. Inisiatif ini menjadi simbol penting bahwa suara anak dapat dan harus menjadi bagian dari perencanaan kota, termasuk dalam penyediaan ruang bermain.

Monumen Hak Anak di Solo terletak di Taman Jayawijaya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Monumen ini diresmikan pada November 2019 untuk memperingati 30 Tahun Konvensi Hak Anak. Dirancang langsung oleh anggota Forum Anak Surakarta, tampilan fisik monumen terdiri dari empat patung anak yang melambangkan 4 hak dasar anak, yaitu Hak Hidup; Hak Tumbuh Kembang; Hak Perlindungan; dan Hak Partisipasi.

Kepala Perwakilan UNICEF untuk Jawa Arie Rukmantara kepada rri.co.id Jum’at (12 Juni 2026) menegaskan, bahwa Hari Bermain Internasional menjadi pengingat bahwa bermain adalah hak dasar setiap anak yang harus dilindungi.

“Inisiatif Kota Surakarta, seperti pembangunan Monumen Hak Anak yang melibatkan anak-anak secara langsung, menunjukkan bagaimana kota dapat menempatkan perspektif anak dalam pembangunan. Ini adalah contoh nyata bagaimana ruang bermain yang aman dan inklusif dapat diwujudkan melalui kolaborasi,” ujarnya.

Taman Jayawijaya Mojosongo juga menyediakan berbagai fasilitas ramah anak gratis yang dirancang untuk mendukung aktivitas bermain dan tumbuh kembang anak. Taman tesebut menyediakan area bermain yang terbagi di beberapa titik taman, dilengkapi dengan ayunan duduk, ayunan tali, perosotan, jaring laba-laba, dan besi panjat. Jalur khusus yang aman bagi anak-anak untuk belajar bersepeda, bermain sepatu roda, atau berlari santai tanpa gangguan kendaraan bermotor. Serta lahan hijau yang luas untuk anak-anak berkumpul, piknik bersama keluarga, atau melakukan aktivitas kreatif luar ruangan.

Arie menambahkan bahwa investasi dalam kesempatan dan kenyamanan anak-anak untuk bermain merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, kreatif, dan tangguh di masa depan.

”Bermain membantu anak mengembangkan kreativitas, ketahanan, serta keterampilan sosial dan emosional yang menjadi dasar pembelajaran sepanjang hayat atau life long learning”, terang Arie.

Bermain merupakan “bahasa universal” yang membantu anak membangun relasi, mengelola emosi, serta mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan beradaptasi terhadap perubahan. Namun demikian, semakin berkurangnya ruang publik yang aman bagi anak menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama-sama.

Arie mengajak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta, dunia usaha, komunitas dan lembaga swadaya masyarakat seperti Perkumpulan Masyarakat Surakarta, Pemuda Penggerak, Yayasan Kakak dan Sahabat Kapas, perguruan tinggi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), media seperti RRI Surarta dan Radar Solo, sekolah dan keluarga untuk:

memastikan setiap anak memiliki akses ke ruang bermain yang aman, inklusif, dan terawat,

mendorong pembelajaran berbasis bermain sejak usia dini,

serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung interaksi bermain anak.

“Momentum ini menjadi ajakan bagi semua pihak untuk bersama-sama memastikan bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, memiliki waktu, ruang, dan kebebasan untuk bermain — karena ketika kita melindungi bermain, kita juga melindungi masa kanak-kanak,” kata Arie.

“Hari Bermain Internasional sendiri ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2024 sebagai upaya global untuk memastikan setiap anak dapat memenuhi haknya untuk bermain dan berkembang secara optimal”, pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....