Teror Pocong Masuk Solo, Respati Ardi Siap Pidanakan Pelaku

  • 08 Jun 2026 18:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Belum lama ini kota Solo digegerkan video CCTV yang memperlihatkan teror pocong di Kawasan Ngoresan, Kecamatan Jebres, belakang Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Menanggapi aksi tersebut, ditemui di Balai Kota pada Senin, 8 Juni 2206, Wali Kota Solo, Respati Ardi menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap para pelaku. Menurutnya aksi yang dianggap menyalahi aturan tersebut, nantinya akan diproses secara pidana.

"Pocong, sundel bolong, kuntilanak, yang mengganggu ketertiban kita sikat, pokoknya nanti sama Satpol PP ya, kita tidak ada toleransi untuk ketertiban dan keamanan. Kalau teror sudah mengganggu ketertiban ada unsur pidana ya kita pidanakan sudah. Kita enggak ada main-main sama pocong, kuntilanak atau apapun lah," kata Respati Ardi.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat Kota Solo tidak perlu khawatir dengan aksi teror tersebut. Respati Ardi menegaskan akan meminta Satpol PP bersama pihak Kepolisian untuk menjaga kondusivitas.

"Jadi perkuat spiritual dan kami tidak ada kata toleransi untuk yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Satpol PP bergerak cepat bersama rekan-rekan dari Kepolisian untuk benar-benar menjaga kondusivitas dari warga," katanya menambahkan.

Sebelumnya kasus viral teror pocong tersebut sudah ramai menjadi perbincangan di media sosial. Video tersebut menampilkan tiga pemuda mengendarai sepeda motor dan berhenti di satu titik.

Salah seorang pemuda yang duduk pada bagian paling belakang, langsung turun menggunakan pakaian pocong untuk memberikan teror. Hingga kini, Pemkot Solo melalui Satpol PP masih belum mendapatkan sosok dibalik teror.

Sementara itu pihak Kepolisian saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menegaskan bahwa masih mendalami kegiatan tersebut yang dianggap menyalahi ketertiban dan keamanan. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....