Hadiri Niti Tilas Hari Jadi Boyolali, Bupati Agus Irawan Kenang Jasa Para Pahlawan
- 05 Jun 2026 11:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Bupati Agus Irawan mengikuti rangkaian acara niti tilas dan kirab obor sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali pada Kamis, 4 Juni 2026.
Niti tilas dan kirab obor sendiri dimulai dari Pendhopo Alit Rumah Dinas Bupati menuju Kali Pepe. Dalam rangkaian kirab, diawali pasukan bregada, sosok Ki Ageng Pandanaran dan para Camat yang berjumlah 22 orang dengan membawa obor.
Prosesi di Kali Pepe sendiri ditutup dengan penyulutan obor yang diberikan perwakilan Pemerintah Daerah kepada Bupati Boyolali. Ditemui setelah prosesi, Bupati Agus Irawan mengatakan bahwa kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Boyolali.
"Ini salah satu kegiatan yang selalu kita lakukan dari tahun ke tahun, salah satunya untuk mengenang sejarah nama sekaligus berdirinya Kabupaten Boyolali," kata Agus Irawan.
Ditambahkan dirinya, bahwa dengan adanya agenda niti tilas ini, diharapkan semua masyarakat ataupun jajaran Pemerintah bisa mengenang jasa-jasa pahlawan dan juga para sesepuh, serta mampu memberikan barokah untuk kemajuan Kabupaten Boyolali.
"Harapannya kita selalu bisa mengenang jasa para pahlawan, para sesepuh kita semuanya dan juga tentunya harapannya agar mendapat berkah, barokah untuk kemajuan serta tentunya yang lebih baik lagi ke depan," katanya menambahkan.
Dari sejarah yang dikutip dari Pemerintah Kabupaten Boyolali, Ki Ageng Pandanaran yang kala itu bertugas untuk pergi ke wilayah Gunung Jabalakat di Tembayat (Klaten) untuk syiar agama Islam. Dalam perjalananannya dari Semarang menuju Tembayat Ki Ageng banyak menemui rintangan dan batu sandungan sebagai ujian. Ki Ageng berjalan cukup jauh meninggalkan anak dan istri.
Cerita berlanjut, sambil menunggu anak dan istri, Ki Ageng Beristirahat di sebuah batu besar yang berada di tengah sungai. Dalam istirahatnya, Ki Ageng berucap “baya wis lali wong iki” yang dalam bahasa Indonesia berarti “sudah lupakah orang ini”. Dari kata Baya Wis Lali tersebut maka jadilah nama Boyolali.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih mengatakan obor melambangkan semangat besar masyarakat Boyolali, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya daerah.
"Makna obor tentunya itu semangat yang luar biasa untuk Boyolali. (apakah ini juga menjadi bagian wisata?) jelas, ini adalah wisata budaya, jadi kan disitu ada merawat tradisi, salah satunya adalah niti tilas yang kemudian memoles potensi sesuai dengan tema daripada Hari Jadi ke-179," ucap Budi Prasetyaningsih.
| Baca juga: Boyolali Bidik Predikat Kota Kopi |
Melalui berbagai rangkaian peringatan Hari Jadi, Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah daerah, sekaligus mendorong kunjungan wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....