Polresta Surakarta Libatkan Bhabinkamtibmas Percepat Tracing TBC
- 02 Jun 2026 16:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Polresta Surakarta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta memperkuat peran Bhabinkamtibmas dalam Program Tracing Tuberkulosis (TB) Paru. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan deteksi dini dan penanggulangan penyakit menular di Kota Surakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Wirasatya'96 Polresta Surakarta itu dihadiri Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko, Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Retno Erawati Wulandari, para pejabat utama Polresta Surakarta, kapolsek jajaran, serta seluruh Bhabinkamtibmas. Kegiatan digelar pada Senin, 2 Juni 2026.
Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri dan Pemerintah Daerah dalam mendukung target Indonesia Bebas Tuberkulosis. Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat hingga tingkat kelurahan dan desa.
"Kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis untuk mempercepat penemuan kasus dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran TB Paru di Kota Surakarta," ujar AKBP Sigit.
Ia menegaskan program tracing TB Paru tidak hanya dilaksanakan secara seremonial, tetapi akan dijalankan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kota Surakarta. Peran aktif Bhabinkamtibmas diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan.
AKBP Sigit juga meminta seluruh Bhabinkamtibmas lebih peka terhadap potensi kasus TBC di wilayah binaan masing-masing. Selain melakukan pemantauan, mereka juga diharapkan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala, pencegahan, dan pentingnya pengobatan TBC.
"Saya meminta kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk lebih teliti terhadap potensi penyakit TBC di wilayah binaannya serta aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganannya. Dengan demikian warga yang memiliki gejala maupun kontak erat dengan penderita dapat segera terdeteksi dan memperoleh penanganan medis yang tepat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dr. Retno Erawati Wulandari mengatakan Kota Surakarta memiliki mobilitas masyarakat yang cukup tinggi karena menjadi tujuan warga dari berbagai daerah sekitar. Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan dan deteksi dini TBC perlu terus diperkuat.
Menurutnya, salah satu gejala yang perlu diwaspadai masyarakat adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu. Ia menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami akan terus menggandeng stakeholder, terutama Polresta Surakarta, agar upaya penanggulangan TBC dapat memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap kesadaran masyarakat meningkat dan penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat," katanya.
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menambahkan, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam menggerakkan tokoh masyarakat dan warga untuk mendukung program penanggulangan TBC. Ia mengingatkan bahwa TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik.
Melalui kolaborasi tersebut, Polresta Surakarta dan Dinas Kesehatan Kota Surakarta berharap upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan kasus TBC dapat berjalan lebih efektif. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....