Dewi Sri dan Memedi Sawah Meriahkan Kirab Bhinneka Gandekan 2026
- 02 Jun 2026 10:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Peserta Kirab Bhinneka Gandekan 2026 dari RW 02 Kelurahan Gandekan tampil dengan tema "Pari Sumilak" yang bermakna kemakmuran bersama. Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai ornamen hasil bumi, produk UMKM, serta simbol-simbol pertanian yang menjadi identitas warga setempat.
Salah satu peserta kirab yang juga ketua RW 2, Hendro Siswanto, mengatakan tema Pari Sumilak dipilih sebagai doa dan harapan bagi kesejahteraan warga. “Pari Sumilak itu berarti kemakmuran untuk bersama. Mudah-mudahan RW 2 warganya makmur semua,” katanya, Senin 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan rombongan RW 02 menampilkan berbagai produk unggulan UMKM yang diproduksi warga. Produk tersebut antara lain sosis basah, semar mendem, hingga berbagai hasil olahan pangan lainnya.
“Kita ingin menunjukkan bahwa RW 2 itu banyak usaha UMKM yang berasal dari hasil bumi,” ujarnya.
Selain produk UMKM, peserta juga membawa berbagai ornamen bertema pertanian seperti padi, memedi sawah, dan figur Dewi Sri. Simbol-simbol tersebut dipilih untuk menggambarkan harapan akan kemakmuran dan hasil panen yang melimpah.
Menurut Hendro, seluruh dekorasi dan properti kirab dibuat secara gotong royong oleh warga. Persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
“Hampir satu bulan persiapannya. Kita kerjakan bergilir bersama warga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Gandekan, Redy Manata, mengapresiasi kreativitas warga dalam menampilkan potensi masing-masing wilayah. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama Kirab Bhinneka Gandekan yang telah berlangsung selama 11 tahun.
Ia mengatakan panitia sengaja memberikan ruang penampilan kepada setiap peserta agar kreativitas dan potensi lokal dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih maksimal.
| Baca juga: Kirab Bhinneka Gandekan 2026 |
“Untuk tahun ini kita memberikan ruang perform ke masing-masing peserta maksimal lima menit,” ujarnya.
Redy berharap Kirab Bhinneka Gandekan tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga mampu memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat kepada publik. Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....