Gudang Kayu di Sringin Jumantono Ludes Terbakar

  • 29 Mei 2026 12:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar bersama tim pemadam kebakaran bergerak cepat menjinakkan amukan si jago merah yang membakar sebuah gudang kayu di Kecamatan Jumantono. Peristiwa kebakaran hebat tersebut melanda bangunan semipermanen milik seorang warga pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, lokasi musibah berada di wilayah Dusun Krajan RT 05 RW 04, Desa Sringin, Kecamatan Jumantono. Kobaran api melalap habis bangunan gudang berukuran sepuluh kali empat meter yang beratap galvalum serta berkerangka baja ringan.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan teman-teman relawan di wilayah, lokasinya kebakaran tempatnya di Kerajan RT 05 RW 4 Sringin Jumanto, Karanganyar. Telah terjadi kerusakan atap gudang kayu semi permanen, nggih, jadi ini kebakaran ukurannya 10 * 4 m, atap kafalum, kemudian kerangka baja ringan,” kata Hendro, Jumat 29 Mei 2026.

Hendro menjelaskan gudang kayu yang terbakar tersebut diketahui merupakan milik seorang warga bernama Ibu Saminah yang berusia 39 tahun. Berdasarkan kronologi di lapangan, kobaran api pertama kali diketahui oleh salah satu anggota keluarga yang terkejut mendengar suara gemeretak kayu terbakar dari arah gudang.

“Atas namanya Bu Saminah Islam, kemudian alafatnya Kerajan RT 5 RW 4 Sringin Jumantono. Telah terjadi kebakaran dengan kronologi bahwa bermula dari salah satu keluarga itu apa mendengar suara seperti kayu terbakar,” ujarnya.

Melihat kobaran api yang sudah terlanjur membesar, pemilik rumah langsung bergegas meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Beruntung, lanjut Hendro, informasi tersebut segera diteruskan oleh relawan daerah kepada markas BPBD dan Pemadam Kebakaran Karanganyar sehingga armada langsung meluncur ke lokasi.

“Nah, ternyata api sudah membesar kemudian kemudian yang bersangkutan meminta bantuan kepada warga sekitar dan warga sekitar melaporkan kepada teman-teman relawan terus meneruskan kepada BPBD Damkar Karanganyar. Kemudian setelah itu tiba di lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Hendro mengatakan, BPBD menduga pemantik api berasal dari sisa aktivitas tungku kayu yang digunakan untuk penggorengan rambak kulit di dalam gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sementara total kerugian material masih dalam proses penghitungan oleh petugas gabungan.

“Karena gudang kayu itu kan untuk menyimpan bahan bakar kayu ya, tentunya ini sangat potensi sekali menimbulkan kebakaran. Kemudian ini disinyalir ini untuk tungku kayunya itu untuk penggorengan rambak kulit itu. Itu sementara yang dapat kami sampaikan kemudian korban jiwa tidak ada. Kemudian untuk kerugian ini dalam tahap perhitungan,” ujar Kalakhar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....