Damkar Surakarta Catat 183 Kasus Kebakaran Sepanjang 2025

  • 05 Feb 2026 07:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta mencatat sebanyak 183 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025. Kasus kebakaran tersebut menjadi bagian dari total 1.574 penanganan evakuasi dan pemadaman yang dilakukan Damkar selama satu tahun terakhir.

Berdasarkan rekapitulasi Damkar Kota Surakarta, dari total kejadian tersebut, 1.391 merupakan kegiatan evakuasi dan 183 lainnya adalah pemadaman kebakaran. Kebakaran dalam kota tercatat sebanyak 126 kejadian, sedangkan kebakaran luar kota sebanyak 57 kejadian.

Baca juga: Perkuat Rescue, Damkar Surakarta Didukung 22 Unit Kendaraan

Ditemui rri.co.id, Selasa, 3 Februari 2026, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, Eko Nugroho, mengatakan penyebab kebakaran didominasi oleh gangguan instalasi listrik. Arus pendek menjadi faktor paling sering memicu kebakaran di permukiman warga.

“Kalau kebakaran gas sudah tidak. Jadi kebanyakan memang arus pendek sama pembakaran lahan kosong,” katanya.

Menurut Eko, kebakaran akibat arus pendek umumnya terjadi di rumah tinggal. Sementara kasus kebakaran di toko atau tempat usaha jumlahnya relatif lebih sedikit.

Ia menjelaskan, salah satu pemicu arus pendek adalah penggunaan stop kontak yang melebihi kapasitas. Banyak warga menumpuk beberapa peralatan elektronik pada satu stop kontak tanpa memperhatikan daya dan standar kabel.

“Masyarakat harus tahu bahwa daya kemampuan setiap stop kontak itu ada batasnya. Satu stop kontak harusnya maksimal dua,” ujarnya menjelaskan.

Selain itu, penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai standar juga menjadi faktor risiko kebakaran. Eko menyebut masyarakat sering menambah jaringan listrik sendiri tanpa menyesuaikan ukuran kabel dengan daya listrik rumah.

Damkar Surakarta mengimbau masyarakat untuk lebih memahami keamanan instalasi listrik. Peralatan seperti lemari es disarankan tidak digabung dengan peralatan lain karena membutuhkan arus listrik yang stabil.

“Masyarakat sering menambah sendiri jaringan. Kemudian almari es itu enggak boleh ditambahi dengan alat elektronik lain. Dia butuh arus yang stabil, jadi ketika dia terganggu maka nantinya ada hambatan sehingga enggak stabil,” ucapnya.

Damkar berharap kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran terus meningkat. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi. (Reza)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....