PDM Solo Gelar Salat Iduladha di 97 Titik, Maknai Esensi Kurban

  • 27 Mei 2026 12:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah secara serentak, Rabu, 27 Mei 2026.

Selain berfokus pada kelancaran teknis ibadah di lapangan, masyarakat juga diajak untuk meresapi kedalaman makna pengorbanan melalui momentum penyembelihan hewan kurban.

Sekretaris Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Surakarta, Wiwit Hidayat, memaparkan pihaknya memfasilitasi puluhan lokasi untuk menampung jemaah pada hari suci ini.

Total terdapat 97 titik pelaksanaan salat Iduladha, dengan rincian 87 lokasi berada di dalam wilayah Kota Surakarta dan 10 lokasi lainnya tersebar di daerah penyangga.

Guna menjaga kesatuan pesan keagamaan pada perayaan Iduladha ini, PDM Surakarta menerapkan sistem penyeragaman materi ceramah bagi seluruh khatib.

"Teks khotbah itu memang setiap salat id dibuat dari Majelis Tabligh, kemudian dikoreksi Majelis Tarjih dan PDM untuk dijadikan buku teks bagi yang bertugas," ujar Wiwit saat dihubungi rri.co.id, Selasa, 26 Mei 2026.

Terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Wiwit menjelaskan mayoritas panitia melaksanakannya tepat pada hari ini atau 10 Zulhijah.

Meskipun demikian, penyembelihan pada hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah juga tetap dioptimalkan guna mencegah penumpukan kapasitas pengelolaan daging kurban di satu waktu.

Lebih jauh, Wiwit mengajak umat Islam untuk memaknai Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan semata, melainkan sebagai refleksi ketaatan mutlak Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.

Keteguhan hati pasangan bapak dan anak tersebut dalam menjalankan perintah Allah merupakan wujud kesalehan sejati yang patut diteladani secara mendalam.

Esensi dari ibadah kurban pada dasarnya adalah bentuk pembuktian tingkat ketakwaan seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.

"Yang sampai kepada Allah itu bukan darah, bulu, ataupun daging, tapi ketaatan dan ketakwaan. Secara metaforanya, ini membunuh sifat-sifat kebinatangan dalam diri kita," katanya.

Di era modern saat ini, ujian keikhlasan tersebut diwujudkan dengan kerelaan mengorbankan sebagian harta benda untuk membeli hewan kurban terbaik. Pada akhirnya, keikhlasan berbagi dan ketundukan total kepada syariat agama menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan Iduladha bagi seluruh umat muslim. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....