Disnakkan Boyolali Terjunkan Petugas Pendampingan Penyembelihan Hewan Qurban

  • 27 Mei 2026 10:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali menyiapkan kelancaran perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan baik, terutama pada penjualan hingga penyembelihan hewan qurban.

Dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin, 25 Mei 2026, Kabid Uspet Kesmavet Disnakkan Boyolali, Marsini menjelaskan bahwa dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), pihaknya berfokus menurunkan petugas pendampingan di lima Kecamatan.

"Kita fokus di lima Kecamatan, yakni Teras, Banyudono, Sawit, Ngemplak dan Karanggede. Tapi tidak menutup kemungkinan seperti Puskeswan atau di Kecamatan Simo, Juwangi, Cempogo juga kemungkinan ada pendampingan," kata Marsini.

Petugas yang diterjunkan nantinya tidak hanya melakukan pendampingan terhadap penyembelihan hewan qurban saja, melainkan juga pengawasan post mortem bagi hewan-hewan yang sudah disembelih.

Total ada sekitar 67 petugas diterjunkan untuk pendampingan yang tersebar di Kecamatan Karanggede sebanyak sembilan petugas, Kecamatan Banyudono sebanyak 10 petugas, Kecamatan Ngemplak sebanyak delapan petugas, Kecamatan Sawit 12 petugas.

Kemudian Kecamatan Teras 10 petugas, UPT Puskeswan Simo sebanyak delapan petugas, Mojosongo sebanyak enam petugas, Puskeswan Ampel sebanyak empat orang dan Rumah Potong Hewan (RPH) sebanyak 22 petugas dari anak-anak magang Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM.

Ditambahkan Marsini, bahwa pihaknya juga sudah menjalankan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) serta melakukan briefing kepada petugas penyembelihan hewan qurban untuk menggunakan alat potong yang pas, tidak merokok saat pemotongan, tidak menggunakan talenan kayu dan pembuatan lubang permanent pembuangan limbah kotoran sapi.

Selain itu juga, dikatakan Marsini bahwa dirinya sudah memberikan himbauan kepada petugas di setiap masjid untuk bisa mengganti penggunaan plastik sebagai pembungkus daging hewan qurban dan lebih mengganti besek atau daun pisang.

"Kemarin sudah kita himbau juga untuk kalau bisa tidak menggunakan plastik, tapi masyarakat katanya lebih praktis dan pencariaannya lebih mudah dengan plastik. kalau kita himbau memang jangan pakai plastik, bisa dengan besek atau daun pisang," katanya menambahkan.

Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam menjaga kelancaran penyembelihan hewan qurban, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) turut mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang bisa menjadi pedoman pasar, pengangkutan hewan qurban hingga desinfeksi.

Poin penting dalam SE tersebut yakni, pedagang diminta menjaga kebersihan dan melakukan desinfeksi berkala, melakukan desinfeksi kendaraan pengangkut hewan qurban saat kedatangan maupun meninggalkan lokasi, menjaga kebersihan tempat penampungan dari hewan lalat, nyamuk hingga serangga yang bisa membawa penyakit LSD hewan.

Kemudian tempat penjualan diminta melaporkan kepada petugas Disnakkan jika ada hewan sakit, memerintahkan takmir masjid dan panitia qurban untuk membersihkan serta mendesinfeksi tempat pemotongan dari sebelum dan sesudah, hewan yang terindikasi PMK dilakukan pemotongan paling terakhir dengan memusnahkan kepala dan kaki. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....