Semarak Pedagang Kambing Musiman Jelang Iduladha
- 26 Mei 2026 21:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID : Surakarta - Di sebuah lapak sederhana di kawasan Jaten, Karanganyar, puluhan kambing tampak berjejer menunggu pembeli. Suara embikan bersahutan dengan hiruk pikuk kendaraan yang melintas. Momen Iduladha menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang hewan kurban musiman.
Salah satunya Setiono, perantau asal Rembang yang sudah lebih dari dua dekade menekuni usaha jual beli kambing kurban setiap menjelang Hari Raya Iduladha.
Pria yang kini tinggal di Jaten itu mengaku mulai berjualan kambing sejak tahun 2003. Tradisi berdagang kambing sudah melekat sejak kecil di kampung halamannya, Rembang, Jawa Tengah, yang mayoritas warganya memang berprofesi sebagai pedagang kambing.
“Saya asli Rembang. Dari umur 17 atau 18 tahun sudah jualan kambing. Memang satu kampung mayoritas pedagang kambing,” ujar Setiono dilapaknya Selasa, 26 Mei 2026.
Menjelang Iduladha, Setiono rutin mendatangkan kambing dari Rembang menggunakan truk. Tahun ini, ia membawa sekitar 64 ekor kambing jenis Peranakan Etawa dan Jawa Randu. Sebagian besar sudah terjual hanya dalam waktu kurang dari satu minggu.
Harga kambing yang ditawarkan bervariasi, mulai dari satu juta delapan ratus ribu rupiah hingga lebih dari empat juta rupiah, tergantung ukuran dan jenisnya.
Namun, menurut Setiono, kondisi penjualan saat ini tidak seramai dulu. Sebelum pandemi, dirinya mampu membuka hingga tiga lapak sekaligus. Kini, ia hanya bertahan dengan satu lapak karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Meski demikian, momen Iduladha tetap menjadi sumber penghasilan tambahan yang penting bagi keluarganya. Di hari biasa, Setiono sehari-hari berjualan wedangan di sekitar tempat tinggalnya di Jaten.
Tak hanya memikirkan penjualan, kesehatan hewan kurban juga menjadi perhatian utama. Ia mengaku rutin bekerja sama dengan dokter hewan langganan untuk memastikan kambing yang dijual dalam kondisi sehat dan aman bagi pembeli.
Di tengah persaingan dan perubahan kondisi ekonomi, Setiono tetap mempertahankan tradisi berdagang kambing kurban yang sudah menjadi bagian hidupnya sejak muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....