Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Eco Culture Karanganyar Night Carnival
- 19 Agt 2026 00:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang Jalan Lawu, Kabupaten Karanganyar, untuk menyaksikan kemeriahan Karanganyar Night Carnival dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026 malam. Night Karnaval tahun ini mengusung tema Eco Culture yang memadukan semangat merawat alam, melestarikan budaya lokal, serta pesan kelestarian lingkungan.
Pantauan RRI arak-arakan peserta dimulai sekitar pukul 18.30 WIB dengan mengambil rute dari depan Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) hingga berakhir di depan Kantor Diskuktrans ESDM Karanganyar. Di panggung utama yang berada di depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar, setiap kontingen menyajikan berbagai atraksi seni dan budaya menarik di hadapan jajaran Forkopimda serta ribuan pasang mata pengunjung.
Penampilan unik juga ditunjukkan oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, yang tampil berwibawa mengenakan pakaian adat kebesaran Raja Kutai Mulawarman. Pemilihan busana adat nusantara tersebut dimaknai sebagai simbol perekat persatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan sekaligus mengajak seluruh lapisan warga masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.
"Hari ini kami diperankan sebagai Raja Kutai Mulawarman. Makna filosofisnya adalah kesatuan Indonesia dalam rangka memberikan penegasan bahwa sesarengan bangun Karanganyar. Bersatu seluruh warga masyarakatnya bareng-bareng tanpa membedakan dari mana asalnya," ujar Bupati Karanganyar, Rober Christanto kepada wartawan.
Tak sekadar menyajikan hiburan visual, pawai budaya malam hari ini juga melibatkan partisipasi aktif dari sektor swasta dan komunitas pengusaha lokal, salah satunya asosiasi pengusaha tata suara atau sound system. Bupati menegaskan, gelaran besar ini tidak melulu bergantung pada anggaran belanja daerah, melainkan lahir dari sinergi dan dedikasi kolektif lintas elemen demi menghibur warga serta mendongkrak perekonomian rakyat.
"Konsepnya hari ini menampilkan dari pengusaha-pengusaha sound system seperti APSI, Aeromax, hingga Margo Mulyo yang ingin mendedikasikan dirinya untuk Karanganyar. Jadi tidak hanya APBD, tetapi semuanya berbaur bareng-bareng. Dampak ekonominya juga luar biasa, sejak pagi pedagang kecil dan UMKM sudah sangat antusias," kata Rober.
Sementar itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Yoppi Eko Jatiwibowo, menjelaskan gelaran karnaval sengaja dilaksanakan pada malam hari agar suguhan artistik dari para peserta terlihat lebih estetis dan tidak menyiksa fisik peserta maupun penonton akibat terik matahari.
Ia mencatat sebanyak 41 kontingen dari instansi pemerintah, BUMD, ormas, hingga sektor swasta ikut ambil bagian. Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Karanganyar kini sengaja membatasi jumlah peserta demi menjaga mutu pertunjukan serta keteraturan durasi acara.
"Tema kita Eco Culture, merawat alam melestarikan budaya. Kita mengedepankan kualitas bukan kuantitas. Kalau dulu satu sekolah berangkat semua dengan pakaian baris biasa, itu kurang efektif dan acara bisa melar sampai jam satu malam. Sekarang kita batasi agar target jam sebelas malam sudah selesai dan ditutup pesta kembang api," ujar Yoppi.
Dukungan terhadap agenda budaya ini turut disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo. Menurutnya, pawai budaya malam hari tidak hanya menjadi panggung hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, parlemen, dan seluruh lapisan masyarakat.
"Kemeriahan karnaval malam ini membuktikan tingginya antusiasme masyarakat Karanganyar dalam merayakan kemerdekaan. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menjaga persatuan, melestarikan kearifan lokal, sekaligus menggerakkan roda perekonomian pedagang kecil di sepanjang jalur karnaval," kata Bagus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....