Tiba di Kota Solo, Bhikkhu Thudong Langsung Mengikuti Prosesi Membasuh Kaki
- 23 Mei 2026 17:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Rombongan Bhikkhu Thudong dari empat negara yakni, Thailand, Malaysia, Laos dan Indonesia sudah tiba di Vihara Dhamma Sundara Solo, setelah berjalan dari Bali menuju Candi Borobudur, sebagai rangkaian perayaan Waisak 2570 TB/2026.
Sebanyak 57 Bhikkhu Thudong ini masuk Kota Solo pada Sabtu 23 Mei 2026 pukul 13.05 WIB, yang langsung disambut prosesi membasuh kaki dan dilanjutkan puja-pujaan terhadap sang Buddha.
Ditemui disela-sela kegiatan, Juru Bicara Panitia Waisak Kota Solo, Sutrisno mengatakan 57 Bhikkhu Thudong dari empat negara selama di Kota Bengawan akan menjalani banyak prosesi, yakni menuju Pura Mangkunegaran, kirab dari Loji Gandrung menuju Balai Kota hingga nantinya kembali diberangkatkan menuju Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah.
"Para Bhikkhu Thudong melanjutkan perjalanan menuju Pura Mangkunegaran bertemu KGPAA Mangkunegoro X pada 15.15 WIB, di sana akan ada penyambutan resmi, kemudian pukul 17.15 WIB perjalanan ke Loji Gandrung untuk mengikuti prosesi kirab menuju Balai Kota, nanti di Balai Kota juga akan ada prosesi pemandian Rupang Sidharta Gautama," kata Sutrisno.
Sedangkan prosesi kembali memberangkatkan Bhikkhu Thudong menuju Candi Borobudur nantinya akan dilakukan pada Minggu, 24 Mei 2026 dari Balai Kota yang dilakukan langsung Wali Kota Respati Ardi. Ditambahkan Sutrisno, dirinya sangat berharap tahun depan para Bhikkhu Thudong bisa kembali melewati Kota Solo.
"Mudah-mudahan kita berharap kalau ini sukses, ini baik, punya kesan yang baik bagi para Bhikkhu Thudong mungkin bisa terulang lagi, yang terpenting harapannya ini juga bisa menjadi pembelajaran dan bisa menjadi teladan untuk kita sebagai umat awam," katanya menambahkan.
Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Romo Jayasilo Lilik salah satu pemuka agama Buddha yang juga Humas Panitia Waisak Bersama Solo, memaknai kehadiran Bhikkhu Thudong yang perdana melewati Kota Bengawan sebagai pesan damai. Menurutnya setiap langkah yang dilewati selalu meninggalkan pesan cinta kasih, kerukunan dan kebahagiaan.
"Membawa pesan damai setiap langkah dari ratusan kilometer yang para Bhante melangkah meninggalkan jejak-jejak pesan cinta kasih, pesan kerukunan, keharmonisan dan kebahagiaan. Semua orang yang dilewati menyapa dengan gembira dari berbagai agama, suku, berbagai latar belakang, saling berbagi, paling tidak berbagi senyum dengan harapan untuk lebih baik ke depan," ucap Romo Jayasilo Lilik.
Kehadiran Bhikkhu Thudong di Vihara Dhamma Sundara Solo, juga diramaikan dengan belasan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri, yang hadir khusus untuk menyambut dan mengikuti kirab.
Salah satu Mahasiswa, Danang Adi Saputra mengaku turut bahagia pada tahun ini Kota Solo bisa menjadi rute perjalanan Bhikkhu Thudong menuju Borobudur. (JK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....