Biksu STIAB Smaratungga Ngampel Boyolali Kunjungi PPMI Assalaam
- 25 Mar 2026 10:09 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Pabelan Kartasuro mendapat kunjungan para Biksu dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Budha (STIAB) Smaratungga Ngampel Boyolali, Senin 23 Maret 2026.
Kunjungan para Biksu yang dipimpin langsung oleh Ketua STIAB Smaratungga, Biksu Nyana Karuno Mahathera (Dr. Kabri, S.Ag, M.Pd) disambut hangat oleh Dr. H. Arkanudin Budiyanto selaku Sekretaris PPMI Assalaam bersama tim Humas.
Kedatangan para biksu salah satunya adalah sebagai bagian "Ikramu dhuyuf" yang dituntunkan dalam Islam, serta mengimplementasikan nilai-nilai Assalaam (damai) tidak hanya kepada sesama muslim namun juga kepada pemeluk agama lain.
Ketua STIAB Smaratungga, Biksu Nyana Karuno Mahathera (Dr. Kabri, S.Ag, M.Pd), mengatakan dalam kunjungan tersebut, para Biksu menyampaikan ketertarikannya terhadap pola manajemen pendidikan Islam paripurna yang dijalankan PPMI Assalaam.
“Kurikulum yang memadukan keseimbangan antara aspek spiritual, intelektual, moral, hingga keterampilan teknis dinilai sebagai model pendidikan yang sangat komprehensif,” ujar dia.
Konsep Islam Rahmatan lil 'Alamin yang diterapkan di Assalaam menurutnya dipandang berhasil menciptakan santri yang unggul secara akademik namun tetap memiliki karakter sosial yang inklusif.
“Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi STIAB Smaratungga dalam melihat bagaimana nilai-nilai agama ditransformasikan ke dalam sistem pendidikan modern,” kata dia.

Sementara itu Dr. H. Arkanuddin Budiyanto selaku Sekretaris PPMI Assalaam Kartasuro menjelaskan para Biksu sangat tertarik dengan pola dan manajemen pendidikan Islam paripurna yang diterapkan di PPMI Assalaam yang memadukan keseimbangan spiritual, intelektual, moral dan keterampilan dalam bingkai Islam Rahmatan lil 'Alamin.
“Semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama tampak nyata diPPMI Assalaam, Kartasura. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan menjadi simbol kuat implementasi nilai ikramu dhuyuf atau memuliakan tamu yang diajarkan dalam syariat Islam,” katanya.
Selain itu menurutnya, pertemuan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mengaktualisasikan makna Assalaam yang berarti damai.
“Pesan perdamaian tidak hanya ditujukan bagi sesama Muslim, tetapi juga dijalin kuat dengan seluruh pemeluk agama sebagai fondasi harmoni sosial di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut Dr. Arkanudin juga berharap diskusi yang berlangsung akrab tersebut mampu memperkuat jejaring komunikasi antar lembaga pendidikan agama, khususnya di wilayah Solo Raya.
“Dengan adanya dialog lintas keyakinan ini, kedua institusi berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan nasional serta memajukan dunia pendidikan berbasis karakter di tanah air,” ujarnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....