Cegah Kecelakaan, KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Liar KA di Plumbon, Sukoharjo

  • 19 Mei 2026 14:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.co.id, Surakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta terus berkomitmen meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api (KA). Upaya ini dibuktikan dengan menutup dua titik perlintasan liar di wilayah Surakarta dan Sleman pada Selasa 19 MEI 2026

Dua titik perlintasan liar yang ditutup tersebut berada di Km 3+1/2 petak jalan antara Solo Kota - Sukoharjo, serta Km 537+7 petak jalan antara Patukan - Rewulu.

Kegiatan penutupan dipimpin langsung oleh Deputi Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Rahim Hamdani. Aksi ini melibatkan kolaborasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah setempat, TNI-Polri, serta komunitas pecinta kereta api (Railfans).

Deputi EVP Daop 6 Yogyakarta, Rahim Hamdani menyatakan bahwa penutupan perlintasan sebidang liar ini merupakan program prioritas KAI pusat. Tujuannya adalah menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.

Menurut Rahim, salah satu perlintasan liar yang ditutup, yaitu di Desa Plumbon, memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi. Selain tidak dilengkapi rambu dan penjaga, lalu lintas perjalanan KA di lokasi tersebut tergolong padat.

“Ini salah satu cara kami meningkatkan keselamatan, baik untuk perjalanan kereta api maupun masyarakat. Di dekat lokasi juga sudah tersedia pintu perlintasan resmi yang dijaga, sehingga lebih aman untuk dilalui masyarakat,” ujar Rahim di sela-sela kegiatan penutupan.

Rahim menjelaskan, program penertiban perlintasan sebidang akan terus digencarkan di seluruh wilayah kerja Daop 6, mulai dari Jenar, Kutoarjo, hingga Kedungbanteng. Selain penutupan, KAI juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk meningkatkan pengamanan di sejumlah titik, termasuk pembangunan gardu jaga baru.

Sepanjang tahun 2026 berjalan, KAI Daop 6 mencatat telah menutup tujuh perlintasan sebidang liar. Rinciannya meliputi tiga titik di Wonogiri, dua di Wates, satu di Wojo, dan satu di Sukoharjo.

Kegiatan penutupan yang dipimpin langsung oleh Deputi Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Rahim Hamdani bersama berbagai unit kerja Daop 6 yogyakarta berkolaborasi dengan balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Semarang , Dishub, Pemda setempat, TNI, dan Polri, Kewilayahan serta komunitas Pecinta Kereta Api atau Railfans (Foto: RRI/Humas KAI)

Sementara itu, Kepala Desa Plumbon, Eko Hariyanto mengungkapkan, perlintasan liar tersebut selama ini kerap dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari. Termasuk akses bertani dan jalur anak-anak menuju sekolah.

"Sebagian besar warga melintas menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Anak-anak sekolah dasar dari Kampung Ngebrak menuju SD Plumbon 1 juga sering melewati jalur tersebut menggunakan sepeda ontel," kata Eko.

Berdasarkan data Daop 6 Yogyakarta, dalam empat tahun terakhir (periode 2023 hingga Mei 2026), sebanyak 41 perlintasan liar telah berhasil ditutup. Rinciannya adalah 6 perlintasan pada 2023, 14 perlintasan pada 2024, 14 perlintasan pada 2025, dan 7 perlintasan pada periode Januari-Mei 2026. (SF)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....