MOS Indonesia 2026, 50 Seniman Dunia Suarakan Perdamaian di Karanganyar
- 17 Mei 2026 20:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Ajang seni urban internasional bertajuk Meeting of Styles (MOS) Indonesia 2026 resmi digelar di Belazo All Space Indaco Warna Dunia, Kabupaten Karanganyar. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, event bergengsi ini menghadirkan 50 seniman grafiti senior dari 19 negara untuk menyuarakan pesan kebersamaan global.
CEO PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus menjelaskan tema togetherness atau kebersamaan sengaja diangkat sebagai respons terhadap situasi geopolitik internasional saat ini yang sedang memanas. Melalui goresan cat semprot, para seniman mancanegara dari Eropa, Rusia, Asia, hingga Timur Tengah diajak menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya persatuan.
“Kami merasa Meeting of Styles selalu mempunyai inspirasi yang luar biasa dengan situasi kondisi keadaan dunia terkini yang sedang terpecah belah dengan situasi geopolitik internasional. Jadi pada akhirnya masyarakat dunia perlu disadarkan tentang pentingnya kebersamaan,” ujar CEO PT Indaco Warna Dunia, Iwan Adranacus, Minggu 17 Mei 2026.
Iwan menambahkan ajang tahunan ini juga sekaligus menjadi ruang pembuktian kualitas produk lokal kemasan aerosol Belazo di pasar ekspor mancanegara. Kehadiran para seniman internasional ke Bumi Intanpari tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat pamor produk komersial dalam negeri di kancah global.
“Ini merupakan ajang marketing yang sangat bergengsi karena para grafiti artis dari luar negeri yang datang ini sebenarnya adalah buyer-buyer kami. Suasana tahun ini kami rasakan semakin matang, tertib, dan proses penggambaran pun jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun kemarin,” ucapnya.
Lebih lanjut, Iwan membeberkan, kepercayaan pasar global terhadap produk cat semprot lokal ini terus mengalir deras hingga menghasilkan kontrak ekspor sejak tahun 2024. Menurut Iwan, komitmennya untuk terus menggebrak pasar dengan rutin menggelar agenda ini setiap tahun, termasuk mengoptimalkan produk varian terbaru bernama EZ yang sukses diluncurkan pada 2025 lalu.
“Kalau kita jualan kalau bisa sebulan sekali, jangan setahun sekali apalagi dua tahun sekali. Dari tahun kedua kepercayaan terhadap produk kami order untuk Belazo Graffiti Aerosol ini sudah mengalir dan dari tahun 2024 kami sudah melakukan penjualan ekspor ke mancanegara,” ujar Iwan.
Dampak positif dari moncernya pamor internasional produk Belazo ini juga secara linier berhasil mendongkrak kebanggaan serta animo dari komunitas grafiti nasional di dalam negeri. Tercatat negara-negara besar seperti Yunani, Rusia, Australia, India, Jepang, Korea, hingga beberapa delegasi Asia Tenggara mengirimkan seniman terbaik mereka ke Karanganyar.
Sementara itu, salah satu seniman grafiti asal Dubai, Islam, turut mengekspresikan pesan budaya Timur Tengah melalui lukisan potret wajah perempuan berbalut burqa. Karya tersebut sengaja ditampilkan untuk menunjukkan keindahan tradisi Uni Emirat Arab kepada para pengunjung internasional yang memadati area pameran.
“Saya melukis potret seorang wanita yang mengenakan burqa karena di budaya kami itu sesuatu yang indah dan menurut saya kita harus menunjukkannya kepada orang-orang,” ujar Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....