Persis Solo Berharap Terhindar dari Sanksi usai Flare Menyala di Manahan
- 17 Mei 2026 17:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) Ginda Ferachtriawan berharap Persis Solo tidak kembali mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI usai insiden penyalaan flare, petasan, dan kembang api saat laga Persis Solo melawan Dewa United di Stadion Manahan. Pertandingan kandang terakhir Persis Solo musim 2025/2026 itu berlangsung pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Ginda mengatakan penyalaan flare dilakukan suporter sebagai bentuk perayaan atas kemenangan Persis Solo pada laga kandang terakhir musim ini. Namun demikian, pihaknya tetap berharap insiden tersebut tidak berujung pada sanksi tambahan dari Komdis PSSI.
“Mudah-mudahan ini tidak berimbas pada sanksi ke kita. Kita tidak berharap kena sanksi, karena ini pertandingan kandang terakhir musim ini. Mungkin teman-teman suporter ingin merayakan akhir pertandingan di kandang,” ujar Ginda Ferachtriawan.
Ia menilai antusiasme suporter menjadi salah satu penyebab munculnya flare dan kembang api di dalam stadion. Meski begitu, pihak manajemen tetap mengingatkan pentingnya menjaga kenyamanan seluruh penonton saat pertandingan berlangsung.
“Bukan kecolongan, tapi antusiasme suporter kita tidak tahu. Ini yang kita khawatirkan, jangan sampai kenyamanan suporter lain terganggu, walaupun niatnya sama-sama mau merayakan,” katanya.
Sementara itu, Polresta Surakarta mengamankan sebanyak 33 suporter usai kedapatan membawa flare, petasan, kembang api, dan minuman keras ke area stadion. Polisi juga menemukan empat kotak flare saat melakukan sterilisasi sebelum pertandingan dimulai.
Kabag Ops Polresta Surakarta Kompol Wahyu Joko Nugroho mengatakan petugas telah melakukan pemeriksaan ketat melalui body checking terhadap seluruh penonton yang masuk ke Stadion Manahan.
“Sudah kita amankan sebanyak 32 orang yang membawa flare dan satu orang membawa petasan. Di luar itu pun kita juga menemukan beberapa kotak yang disimpan mungkin jauh-jauh hari sebelumnya,” ujar Kompol Wahyu Joko Nugroho.
Dalam pengamanan laga tersebut, Polresta Surakarta mengerahkan 824 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Polisi memastikan pertandingan berjalan aman dan tidak ada korban luka akibat insiden penyalaan flare tersebut.
Persis Solo sebelumnya juga pernah mendapat sanksi dan denda Rp250 juta dari Komdis PSSI akibat penyalaan flare saat pertandingan melawan Persita Tangerang pada Januari 2026 lalu. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....