Limbah Debu DMST Dikeluhkan Warga, Komisi IV DPRD Sragen Desak Penanganan Permanen

  • 14 Mei 2026 21:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen mendesak manajemen PT Delta Merlin Sandang Tekstil (DMST) 1 untuk segera melakukan penanganan serius terkait limbah debu yang dikeluhkan masyarakat. Polusi udara tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar, terutama kelompok rentan seperti balita.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menegaskan bahwa penanganan limbah tidak boleh hanya sekadar menutup cerobong asap, tetapi harus dibarengi dengan pengadaan alat pengelolaan limbah yang mumpuni agar debu tidak berhamburan ke pemukiman.

"Polusi udara itu harus segera diselesaikan. Maka bukan hanya menutup cerobong, tetapi juga harus ada alat pengelolaan limbah itu menjadi netral. Jangan sampai dihirup anak-anak balita yang daya tahan tubuhnya belum kuat. Ini berbahaya dan mengganggu kenyamanan masyarakat," ujar Sugiyamto usai rapat kerja di Gedung DPRD Sragen, Rabu 13 Mei 2026 sore.

Selain masalah lingkungan, Sugiyamto juga menyoroti kebijakan rekrutmen pegawai. Ia meminta PT DMST 1 memprioritaskan warga lokal Sragen guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Bumi Sukowati.

"Kami memohon dengan sangat, yang direkrut adalah pekerja dari Sragen. Mengingat angka kemiskinan kita masih perlu perhatian, sehingga ketersediaan lapangan kerja bagi warga lokal menjadi krusial," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Pujono Elly Bayu Effendi, meminta perusahaan melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar area pabrik. Ia menyoroti adanya informasi mengenai jebolnya tembok demi mengeluarkan debu yang justru berdampak luas ke lingkungan.

"Harapan kami penanggulangan limbah debu ini luar biasa, baik di dalam maupun luar. Jangan sampai di luar tidak kelihatan, tapi di dalam masih diselimuti debu. Kami sepakat manajemen harus segera melakukan pembenahan total," kata Bayu tegas.

Menanggapi desakan tersebut, pihak advokasi Duniatex Group (DMST 1), Suparno, menyatakan pihaknya telah berkomitmen menyelesaikan masalah ini dalam waktu dua minggu sejak keluhan warga diterima pada Senin 11 Mei.

"Langkah pertama, cerobong itu sudah kita tutup sehingga steril. Kami akan tangani di dalam. Nanti akan kita tembok dan diarahkan ke saluran bawah dengan sistem spray agar tidak ada debu yang keluar sama sekali," ujar Suparno.

Sementara itu, HRD PT DMST 1, Abbel Deni Prasojo, mengakui adanya peningkatan suhu dan debu akibat perubahan material produksi dari rayon poliester ke katun. Ia juga membenarkan adanya kerusakan pada sistem dust filter atau penyaring debu yang menyebabkan kebocoran hingga viral di media sosial.

"Memang ada kerusakan di mesin ducting collecting debu kita. Kami sudah melakukan improvisasi, namun terjadi kebocoran pada jalur yang tidak terduga. Terkait video viral itu, awalnya tujuannya untuk pembuangan udara panas karena ada peningkatan suhu pada material baru, namun saat ini kami sedang dalam tahap pembenahan total," kata Abbel. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....