Targetkan 110 Atlet Lolos, NPCI Kejar Poin Kualifikasi Asian Para Games Nagoya

  • 11 Mei 2026 19:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia tengah menyiapkan sekitar 140 atlet untuk bersaing memperebutkan tiket kualifikasi menuju Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Hingga saat ini, federasi menargetkan setidaknya 100 hingga 110 atlet dapat menembus limit kualifikasi sebelum tenggat waktu pengumpulan poin berakhir pada 31 Juli mendatang.

Sejumlah cabang olahraga unggulan seperti atletik, renang, tenis meja, badminton, bocia, power lifting, hingga panahan dilaporkan telah mengamankan slot keberangkatan. Sementara untuk cabang olahraga blind judo dan balap sepeda atau cycling, para atlet masih berjuang di berbagai kejuaraan internasional guna mendongkrak peringkat dunia mereka.

Wasekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menjelaskan fokus utama saat ini adalah memaksimal pengumpulan participation point maupun ranking point bagi seluruh atlet potensial. Setelah proses penghitungan poin selesai pada akhir Juli, NPCI masih memiliki waktu satu bulan untuk mengajukan kuota wild card sebelum daftar final atlet dirilis pada akhir Agustus 2026.

“Sejauh ini sudah beberapa cabor ikut kualifikasi dan hasilnya bagus, kita harap nanti bisa tembus 100 sampai 110 atlet yang lolos ke Nagoya,” ujar Rima Ferdianto kepada wartawan, Senin 11 Mei 2026.

Rima menambahkan, terkait peta perolehan medali, badminton masih menjadi tumpuan utama sebagai pendulang emas bagi Indonesia, disusul oleh atletik serta potensi kejutan dari cabor bocia dan panahan. Namun, tantangan besar muncul karena Jepang selaku tuan rumah menghapus cabang olahraga catur yang pada edisi sebelumnya di Hangzhou menyumbangkan 10 medali emas bagi Indonesia.

Hapusnya cabor catur ini memaksa NPCI melakukan penyesuaian target peringkat secara realistis dari posisi 6 besar dunia ke peringkat 9 besar. Dengan hilangnya lumbung emas dari catur, perolehan medali emas Indonesia diprediksi akan berada di angka 18 hingga 19 medali saja.

“Cabor catur dihapus karena Jepang tidak punya atlet catur sama sekali, itu otomatis kita hilang 10 emas. Dengan asumsi medali sekitar 18 sampai 19, kita targetnya peringkat sembilan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....