Perkuat Atlet Daerah, Menpora Erick Thohir Buka ToT Pelatih Disabilitas

  • 11 Mei 2026 14:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, membuka program Training of Trainers (ToT) bagi penggerak olahraga disabilitas di Paralympic Training Center, Karanganyar, Senin 11 Mei 2026. Sebanyak 200 pelatih dari 29 daerah mulai menjalani sertifikasi untuk memperkuat ekosistem atlet disabilitas dari tingkat daerah.

Menpora Erick Thohir menegaskan pentingnya kehadiran pelatih yang memiliki kualifikasi khusus dalam membina atlet disabilitas. Menurutnya, pembangunan prestasi di daerah tidak akan berjalan maksimal jika tidak dikawal oleh figur yang memiliki keahlian kepelatihan yang mumpuni.

“Kita bersepakat penting sekali dalam menciptakan banyak atlet itu perlu yang namanya pelatih. Tidak mungkin pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet,” ujar Erick Thohir, yang juga ketua PSSI.

Erick menambahkan sertifikasi ini merupakan upaya Kemenpora agar para pelatih daerah memiliki kompetensi yang setara dengan pakar nasional. Ia juga berharap program ini terus berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden yang sangat peduli terhadap penyandang disabilitas.

“Hari ini kita coba sertifikasi agar mereka kembali ke daerah menjadi kualifikasi, diterima untuk menjadi pakar kepelatihan. Kita berharap jangan ganti menteri ganti program, karena makin banyak pelatih makin bagus, jumlah atlet akan makin banyak,” ujar Menpora.

Selain itu, Erick menyoroti masa depan para atlet yang akan purnatugas agar tetap memiliki karier di dunia olahraga sebagai pelatih. Ia tidak ingin para pahlawan olahraga tersebut dilupakan setelah masa jaya mereka berakhir.

“Jangan sampai atlet-atlet ini nanti yang kalau lagi jaya diingat-ingat, begitu selesai terima kasih tok gitu ya. Kita mulai tampung persiapkan masa pensiun mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen yang juga pakar disabilitas, Reda Manthovani, memperkenalkan sistem database "Jaga Inklusi Juara" untuk memantau performa atlet secara digital. Database ini dirancang untuk memetakan perkembangan atlet aktif sekaligus calon atlet melalui program "Mendobrak Batas".

“Dengan metode database ini harapannya kami juga bisa melihat nanti atlet mana yang baru muncul, yang aktif, dan yang kira-kira akan selesai. Selesai ini kita nanti arahkan mengikuti ToT,” kata Reda.

Reda menjelaskan sistem ini memiliki fitur pelatihan jarak jauh yang terhubung langsung dengan pusat NPCI di Karanganyar. Melalui teknologi ini, pelatih nasional dapat memantau latihan rutin yang dilakukan atlet di daerah masing-masing secara real-time.

“Ada metode pelatihan dari jarak jauh, aplikasi yang diinput bahkan melalui jam itu bisa terconnecting langsung ke NPC di sini. Pak Senny sebagai ketua umum atau pelatih nasional bisa melihat perkembangan atlet disabilitas di setiap daerah,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Umum NPCI, Senny Marbun, menyambut baik langkah strategis Kemenpora yang dinilai baru pertama kali dilakukan secara fundamental. Senny memastikan dukungan anggaran untuk Pelatnas dan pengiriman kontingen ke ASEAN Para Games saat ini dalam kondisi aman.

“Ini salah satu karya Kemenpora yang luar biasa saya rasa. Baru kali ini ada karya seperti ini di Kemenpora. Kita berterima kasih punya menteri yang luar biasa saat ini, Bapak Presiden tidak salah memilih menteri olahraga,” ucapnya.

Senny menambahkan, sinergi yang terjalin saat ini membuat proses pembinaan atlet berjalan lancar tanpa hambatan teknis. Ia optimistis fundamental olahraga yang dibangun saat ini akan menjadi warisan berharga bagi dunia paralimpiade Indonesia.

“Saat ini sudah kita lihat sendiri dan kita rasakan ada fundamental yang dikerjakan beliau di olahraga. Persiapan Para ASEAN Games sudah kita anggarkan, pelatnas aman,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....