Wali Kota Solo Perketat SPMB dengan Pakta Integritas
- 05 Mei 2026 16:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi memastikan proses penerimaan peserta didik baru di Kota Surakarta akan berlangsung lebih ketat melalui penandatanganan pakta integritas. Langkah ini diambil untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Pakta integritas tersebut merupakan komitmen bersama antara Dinas Pendidikan dengan jajaran Forkopimda. Upaya ini dilakukan agar proses seleksi masuk sekolah tidak lagi diwarnai praktik titipan dari pihak luar.
"Ini komitmen bersama seluruh Forkopimda dan Dinas karena proses penerimaan murid terkadang belum merata," kata Respati Ardi pada Senin, 4 Mei 2026.
Pemerintah Kota Surakarta kini memberlakukan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai dasar utama penerimaan siswa baru. Sistem tersebut diharapkan mampu mengubah kualitas pendidikan di Surakarta menjadi jauh lebih baik dan transparan.
"Insyaallah berubah pendidikan kita lebih baik, tidak ada lagi jastip (jasa titip) seperti tahun lalu," tegasnya kepada awak media.
Selain integritas penerimaan, Respati memberikan kewenangan kepada pihak sekolah untuk menerapkan kebijakan tidak naik kelas bagi siswa SD dan SMP.
"Jika nilainya tidak bagus, siswa bisa tinggal kelas. Ini sudah saya tandatangani," jelasnya menambahkan.
Respati juga meminta komitmen penuh dari orang tua murid untuk mengawasi proses belajar anak-anak di rumah. Kerja sama antara sekolah dan keluarga dinilai krusial dalam menjaga mutu pendidikan di Kota Solo.
Pemerintah Kota Surakarta menjamin sekolah negeri tetap gratis namun memiliki kualitas kurikulum yang kompetitif. Salah satunya melalui program khusus Cerdas Berbakat (CB) yang diperuntukkan bagi siswa dengan kompetensi tinggi. (Reza/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....