Gebrakan PDI-P Jateng Reorganisasi Partai Melalui Kader Muda Milenial
- 05 Mei 2026 07:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjukkan keseriusan dalam melakukan transformasi besar-besaran di tubuh organisasi. Hal ini terlihat nyata dalam proses seleksi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan yang digelar di kantor DPC PDI-P Solo, Sabtu-Minggu (2-3 Mei 2026).
Fenomena menarik muncul dalam tes wawancara tersebut, di mana wajah-wajah baru dari kalangan milenial dan Generasi Z (Gen Z) mendominasi bursa kepemimpinan tingkat akar rumput. Transformasi ini disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang partai dalam melakukan kaderisasi berkelanjutan.
Sekretaris DPD PDI-P Jawa Tengah, Sumanto, saat ditemui di sela-sela kegiatan Senin 4 Mei menyampaikan bahwa partisipasi anak muda di wilayah Jawa Tengah mencapai angka yang signifikan, yakni hampir menyentuh 50 persen.
"Ini anak-anak muda hampir separuh yang di sini (Solo). Di Jawa Tengah ya hampir segitu. Anak-anak muda yang sebelumnya sudah menjadi pengurus maupun simpatisan, kini kita buka lebar pintunya. Sekitar separuhan lah jumlahnya," ujar Sumanto kepada awak media.
Sumanto menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses kaderisasi yang telah dibangun partai sejak lama. Menurutnya, PDI-P memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader muda untuk naik kelas menjadi pengurus formal, mulai dari tingkat PAC hingga nantinya ke tingkat Ranting dan Anak Ranting.
"Kita melakukan kaderisasi sudah lama. Mereka ini kan sudah jadi pengurus-pengurus sebelumnya. Tim pengujinya pun berasal dari internal, mulai dari pengurus DPD, anggota fraksi, hingga anggota DPR RI. Hal ini dilakukan karena struktur partai memerlukan sentuhan internal yang paham betul akan kebutuhan organisasi ke depan," katanya membeberkan.
Meskipun didominasi anak muda, Sumanto menekankan bahwa aspek ideologi tetap menjadi harga mati. Tes yang dijalani para calon meliputi tes materi online terkait keideologian, ajaran Bung Karno, Pancasila 1 Juni, hingga rekam jejak pengabdian di partai.
"Intinya adalah jejak rekam. Kita lihat pengalaman mereka, ideologinya, dan kepatuhan terhadap instruksi Ibu Ketua Umum. Hasil wawancara ini nantinya akan digabungkan dengan nilai tes online untuk menentukan siapa yang layak memimpin di tingkat kecamatan," kata Sumanto.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI-P Solo, Rheo Y. Fernandez, mengungkapkan bahwa sebagai tuan rumah tes wawancara calon Ketua PAC PDI-P klaster Eks-Karesidenan Surakarta, pihaknya mencatat antusiasme yang sangat tinggi.
Khusus untuk Kota Surakarta, terdapat sekitar 60 orang yang mengikuti tes dari total 68 orang yang dijadwalkan. Rheo mengonfirmasi bahwa komposisi anak muda dalam seleksi kali ini memang sesuai dengan prediksi awal partai.
"Sesuai prediksi kita, sekitar 30% sampai 40% itu adalah Gen Z. Secara komposisi, anak-anak muda memang cukup banyak yang terlibat aktif dalam proses ini," kata Rheo.
Terkait pelaksanaan teknis, Rheo menyebutkan bahwa DPC Solo berupaya menjadi tuan rumah yang baik bagi kader-kader dari daerah tetangga. "Kami hanya memfasilitasi tempat dan sarana pendukung. Semua penilaian dan otoritas hasil tes, baik online maupun wawancara, sepenuhnya ada di tangan DPD," ucap dia.
Langkah PDI-P melakukan regenerasi struktural ini dipandang sebagai upaya partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk tetap relevan dengan dinamika pemilih masa kini, sekaligus memastikan estafet kepemimpinan partai tetap terjaga oleh kader-kader yang ideologis namun adaptif terhadap zaman. (MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....