Pengamat Dukung SMP Khusus Solo: Tantangan Transformasi Sekolah

  • 04 Mei 2026 14:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Rencana Pemerintah Kota Surakarta untuk menyiapkan SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 sebagai sekolah khusus persiapan menuju SMA unggulan mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mewadahi siswa dengan potensi istimewa menuju jenjang pendidikan yang lebih kompetitif.

Pengamat Pendidikan sekaligus Ketua Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Joko Nurkamto, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sekolah unggulan tersebut. Ia menilai adanya klasifikasi atau "kasta" dalam pendidikan merupakan hal yang wajar dan sejalan dengan hukum alam.

"Kalau pemerintah sekarang kemudian akan menjadikan SMP 24 dan 25 menjadi SMP unggulan dalam rangka persiapan masuk SMA Garuda, menurut saya tidak masalah dan tidak salah," ujar Joko kepada rri.co.id, Senin 4 Mei 2026.

Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai citra kedua sekolah tersebut yang selama ini dikenal kurang diminati oleh masyarakat. Meski begitu, Joko menekankan tantangan terbesar pemerintah yakni mengubah input sekolah yang dianggap rendah menjadi institusi yang benar-benar diproyeksikan unggul.

Ia menunggu strategi nyata dari Pemerintah Kota Surakarta dalam melakukan transformasi pada sekolah yang saat ini dianggap sebagai pilihan terakhir tersebut.

Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan sekolah khusus ini didesain sebagai sekolah persiapan untuk jenjang SMA unggulan nasional maupun global.

Fokus utamanya adalah menjaring anak berpotensi dari keluarga menengah ke bawah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan premium. Dwi Ariyatno menekankan program ini bukan untuk eksklusivitas, melainkan untuk mengasah potensi istimewa melalui metode pembelajaran khusus.

"Bahasanya itu seperti bimbingan belajar selama tiga tahun dengan kurikulum akselerasi agar anak bisa memenuhi standar seleksi di tingkat nasional maupun global," kata Dwi.

Selain aspek akademik dengan pendekatan STEM, siswa juga akan dibekali kemandirian melalui program homestay dan penguatan fisik atau kesamaptaan. Adapun pendaftaran kelas khusus ini dijadwalkan mulai beroperasi pada hari Senin, 4 Mei 2026. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....