Mengenal 'SIMACAN' Cara Warga Sambungmacan "Mengaum" lewat Ujung Jari
- 01 Mei 2026 21:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID SRAGEN – Bagi warga Kecamatan Sambungmacan, Sragen, menyampaikan keluhan kini tak lagi identik dengan birokrasi yang berbelit atau meja-meja kantor yang kaku. Melalui sebuah inovasi bertajuk 'SIMACAN' warga kini punya cara baru untuk bersuara, hanya melalui genggaman ponsel mereka.
Bukan sekadar singkatan yang gagah, 'SIMACAN' (Sistem Pengaduan Layanan Masyarakat) hadir sebagai jembatan digital yang menghubungkan keresahan warga dengan solusi pemerintah. Jika dulu aduan harus melewati proses panjang, kini masyarakat bisa melapor lewat aplikasi, media sosial, hingga pesan singkat WhatsApp.
Salah satu yang membuat 'SIMACAN' istimewa adalah kemampuannya memberikan kepastian. Seringkali, saat melapor, warga merasa seperti berteriak di ruang hampa—tidak tahu kapan aduan diproses atau siapa yang menanganinya.
Namun 'SIMACAN' mengubah hal itu dengan fitur;
* Real-Time Tracking: Warga bisa memantau status aduannya layaknya melacak paket belanjaan online.
* Geotagging: Teknologi ini memastikan titik lokasi aduan—seperti jalan rusak atau lampu mati—terdeteksi secara presisi.
* Disposisi Otomatis: Laporan langsung meluncur ke instansi terkait tanpa harus menunggu tumpukan berkas di meja admin.
Camat Sambungmacan, Edy Purwanto, S.STP., M.Si., menekankan bahwa teknologi ini bukan untuk menjauhkan pemerintah dari warga, melainkan untuk mendekatkan layanan dengan cara yang lebih responsif.
"Melalui 'SIMACAN' kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya belum lama ini.
Menariknya 'SIMACAN' juga menyediakan ruang bagi warga untuk memberikan "bintang" alias penilaian setelah aduan selesai ditangani. Fitur ini memaksa perangkat daerah untuk memberikan layanan terbaik, karena setiap kepuasan (atau ketidakpuasan) masyarakat tercatat secara digital sebagai bahan evaluasi.
Bukan sekadar alat lapor, ribuan data yang masuk ke SIMACAN nantinya akan diolah menjadi peta pembangunan. Jika banyak warga melaporkan masalah air di titik tertentu, pemerintah tak perlu lagi menebak-nebak ke mana anggaran harus dialokasikan.
Kini, Sambungmacan telah membuktikan bahwa digitalisasi bukan hanya milik kota besar. Dengan 'SIMACAN' warga tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tapi ikut andil menjadi pengawas di barisan terdepan. Pelayanan publik pun kini tak lagi soal menunggu, tapi soal merespons dengan cepat dan akurat. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....