Pemkot Solo Buka Kelas PK SMP Tahun 2026, Kuota 150 Siswa tanpa Biaya

  • 01 Mei 2026 00:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta secara perdana membuka pendaftaran Kelas Program Khusus (Kelas PK) tingkat SMP pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Proses pendaftaran yang dilakukan secara daring ini dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 4 Mei 2026 hingga Jumat, 8 Mei 2026. Program inovatif ini akan dipusatkan di dua sekolah, yakni SMP Negeri 24 Solo dan SMP Negeri 25 Solo, guna memfasilitasi siswa berbakat akademik.

Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu (MPM) SMP Dinas Pendidikan Kota Solo, Anik Indriyani, mengatakan, inovasi Kelas PK ini dirancang oleh Dinas Pendidikan Kota Surakarta untuk memberikan wadah bagi anak-anak berstatus Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI).

Langkah ini diambil setelah program akselerasi dihapuskan, sehingga pemerintah merasa perlu menghadirkan kembali wadah bagi siswa dengan kemampuan akademik di atas rata-rata.

Fasilitas ini diharapkan dapat memastikan hak pendidikan bagi seluruh kelompok siswa, termasuk mereka yang memiliki kecerdasan akademik tinggi.

"Kami ingin menunjukkan negara hadir memfasilitasi anak-anak yang punya keberbakatan akademik. Nantinya anak-anak ini akan mendapat perlakuan atau metode pembelajaran yang berbeda dan sangat eksklusif, namun dengan biaya seratus persen gratis," ujar Anik, Kamis, 30 April 2026.

Metode pembelajaran di Kelas PK akan menerapkan sistem moving class, kelas interaktif, serta pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics (STEAM). Selain itu, terdapat sistem bimbingan dan pengasuhan (Binsuh) untuk membentuk karakter siswa.

Konsep ini bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing global, terutama sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan seperti SMA Garuda.

"Metodenya sangat interaktif. Bahkan ada rencana homestay atau live-in di masyarakat agar mereka belajar langsung dari lingkungan. Tujuannya agar anak-anak ini tidak melihat belajar sebagai beban, melainkan mencintai proses belajar itu sendiri," katanya.

Saat ini, kuota total yang disediakan Pemkot Surakarta dibatasi hanya untuk 150 murid. Jumlah tersebut dibagi rata antara SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25, di mana masing-masing sekolah akan menampung 75 siswa baru.

Program ini menyasar utama lulusan SD tahun ajaran 2025/2026 yang tercatat sebagai warga Kota Surakarta melalui kepemilikan Kartu Keluarga setempat.

Bagi calon pendaftar, terdapat sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi, seperti hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan skor IQ minimal 120 atau kategori rapid learner.

Selain aspek kognitif, pendaftar juga harus memenuhi syarat fisik berupa tinggi badan minimal 145 sentimeter untuk putri dan 143 sentimeter untuk putra, serta lolos tes kesamaptaan. Pihak sekolah juga mewajibkan surat keterangan sehat dan pernyataan bebas penyakit bawaan seperti jantung atau asma.

Penentuan kelulusan akhir tidak hanya berdasarkan tes akademis, tetapi juga melalui hasil wawancara orang tua untuk memastikan komitmen pendampingan belajar di rumah.

Seluruh tahapan pendaftaran dan pengumuman hasil seleksi akhir pada Rabu, 3 Juni 2026 dilakukan melalui laman resmi SPMB Kota Surakarta. Dengan adanya Kelas PK, Surakarta berkomitmen memperkuat budaya akademik dan mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah internasional. (Dania/MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....