Lagi! Petani di Sambungmacan Meninggal Dunia Diduga Kesetrum Jebakan Tikus

  • 28 Apr 2026 10:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Peristiwa tragis kembali terjadi di wilayah persawahan Kabupaten Sragen. Seorang petani perempuan ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dukuh Kiping, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Selasa 28 April 2026 pagi.

Korban diduga kuat menghembuskan napas terakhir akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus. Saat ditemukan tubuhnya terbujur kaku di pematang sawah dengan kepala di bagian bawah.

Ketua PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengonfirmasi adanya laporan kejadian kegawatdaruratan medis tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui bernama Ny. Suparti (51), warga setempat yang beralamat di Dk. Kiping RT 45, Desa Banaran.

"Kami menerima informasi melalui Call Center PSC 119 sekitar pukul 06.41 WIB dari tim Puskesmas Sambungmacan II. Laporan menyebutkan adanya warga yang tersengat aliran listrik di area persawahan," ujar dr. Udayanti dalam laporan resminya.

Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat tim responder dari PSC 119 Puskesmas Sambungmacan II tiba di lokasi, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak Kepolisian dan tim Inafis, jenazah dievakuasi ke rumah duka dengan bantuan masyarakat sekitar. Korban dievakuasi dengan ambulance PSC 119 Sragen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban

"Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia dan tidak mengalami luka luar yang mengarah pada tindak kekerasan. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," lanjut dr. Udayanti.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat keras bagi para petani di wilayah Sragen mengenai bahaya penggunaan kabel listrik sebagai jebakan tikus di sawah. Meskipun dimaksudkan untuk menjaga tanaman dari hama, metode ini sering kali memakan korban jiwa, baik pemilik sawah sendiri maupun orang lain.

Sejumlah unsur di lapangan turut membantu proses evakuasi dan pendataan, di antaranya tim PSC 119 Sukowati, perangkat Desa Banaran, personel TNI/Polri, serta tim Inafis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian masih melakukan olah TKP. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat agar mencari alternatif pemberantasan hama tikus yang lebih aman dan tidak membahayakan nyawa. "Olah TKP Tim Inafis masih berlangsung," ujar Kasi Humas Polres Sragen AKP Sigit Sudarsono. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....