Rumah Unik Bus Tingkat Jadi Ikon Kreativitas Desa

  • 25 Apr 2026 01:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Sebuah rumah unik berbentuk bus tingkat mendadak viral dan menyedot perhatian publik. Bangunan tersebut diketahui milik warga Wonogiri bernama Supardi, yang sengaja merancang hunian berbeda sebagai wujud kreativitas sekaligus identitas diri.

Alih-alih mengikuti desain rumah pada umumnya, Supardi justru menghadirkan konsep tak biasa dengan meniru bentuk bus tingkat. Inspirasi itu datang dari pengalamannya selama merantau ke Jakarta, di mana ia kerap menggunakan transportasi bus untuk bekerja.

"Belum ada setahun ini (ide membuat rumah berbentuk bus). Saya beli tanah dan coba saya sesuaikan. Kalau saya bikin yang biasa-biasa saja kok nggak ada sensasinya. Jadi saya ingin tampil beda," ucapnya, Jumat 24 April 2026.

Latar belakang Supardi sebagai pekerja konstruksi menjadi modal utama dalam mewujudkan gagasan tersebut. Sejak 2004, ia telah berpengalaman sebagai pemborong proyek bangunan di Jakarta, menangani berbagai pembangunan rumah pribadi.

"Saya di Jakarta jadi pemborong, sejak tahun 2004. Seringnya di Jakarta mengerjakan proyek pribadi, seperti rumah," ucapnya.

Pandemi COVID-19 sempat mengubah arah hidupnya. Ia kembali ke kampung halaman dan mencoba usaha kuliner dengan membuka warung mi ayam dan bakso, meski usaha itu hanya bertahan selama dua tahun. Kini, Supardi kembali menjalani pekerjaan secara fleksibel, menerima proyek baik di dalam maupun luar daerah.

"Sebelum Corona itu saya murni perantauan. Saat Corona saya di rumah usaha mi ayam dan bakso di rumah saya. Bakso dan mi ayam cuma dua tahun, sekarang sudah tutup. Setelah Corona kalau ada panggilan (kerja) di proyek saya merantau lagi," ujarnya.

Dengan dibantu enam tukang, Supardi mulai membangun rumah impiannya yang menyerupai bus tingkat jenis Scania K-410. Meski belum rampung sepenuhnya, bentuk bangunan tersebut sudah terlihat mencolok dan menjadi daya tarik tersendiri di lingkungannya.

Ia mengakui pembangunan rumah tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga prosesnya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan.

"Saya inisiatif buat rumah seperti bus seperti ini, dan ternyata dananya banyak," ujarnya. (Ril/Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....