ATENSI Kemensos, Puluhan Warga Rentan Karanganyar Terima Modal Usaha Ternak
- 23 Apr 2026 19:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Kementerian Sosial RI mulai mengubah pola pemberian bantuan sosial dari konsumtif menjadi produktif bagi kelompok rentan. Sebanyak 77 lansia dan penyandang disabilitas kini dibekali berbagai modal usaha melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang disalurkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis 23 April 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan para penerima manfaat memiliki sumber penghasilan mandiri yang dapat menopang kebutuhan hidup jangka panjang. Dari puluhan penerima tersebut, sektor peternakan menjadi salah satu fokus utama dengan pemberian bibit kambing kepada puluhan warga.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan ATENSI dari Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta kepada 77 penerima manfaat. Sebanyak 32 di antaranya menerima bantuan ternak kambing agar bisa dikelola secara berkelanjutan,” ujar Perwakilan Kemensos RI, Jaeni Dahlan, Kamis 23 April 2026.
Untuk menjamin keberhasilan usaha tersebut, pemerintah tidak melepas para penerima bantuan begitu saja tanpa pendampingan teknis. Dinas Peternakan dilibatkan secara langsung untuk memberikan edukasi mengenai cara perawatan hewan ternak yang benar dan efisien.
“Kami juga mengundang Dinas Peternakan untuk memberikan materi tentang manajemen pengelolaan ternak kambing. Harapannya, bantuan ini bisa menambah pengetahuan penerima manfaat agar usaha mereka berjalan baik dan produktif,” ucap Jaeni.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Junaidi Purwanto, menekankan bahwa diversifikasi bantuan modal disesuaikan dengan kondisi fisik dan keahlian masing-masing penerima. Selain ternak, beberapa warga mendapatkan peralatan teknis seperti mesin jahit dan alat tambal ban guna mendukung profesi yang sudah mereka jalani.
“Bantuan kewirausahaan diberikan kepada penyandang disabilitas dan lansia berupa mesin jahit, peralatan tambal ban, ternak kambing, dan bentuk usaha lainnya. Kami ingin mereka masuk dalam kelompok binaan agar taraf hidupnya meningkat melalui monitoring kontinu,” katanya.
Skema bantuan ini diharapkan menjadi solusi bagi warga lanjut usia dan disabilitas agar tetap memiliki martabat ekonomi di tengah keterbatasan. Dinas Sosial memastikan bahwa setiap alat dan modal yang diberikan akan dipantau secara rutin oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di lapangan.
“Kita harapkan bantuan ini bisa berkembang dan meningkatkan ekonomi penerima manfaat secara nyata. Monitoring dan pendampingan akan terus dilakukan agar stimulan ini tidak berhenti di tengah jalan,” ucap Junaidi.
Salah satu penerima, Sumarno, menyambut baik langkah pemerintah yang memberikan bantuan berupa alat pendukung kerja yang lebih modern. Baginya, bantuan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah bahwa penyandang disabilitas pun mampu bersaing sebagai pelaku usaha mandiri.
“Semoga usaha saya menjadi lebih lancar dan banyak pelanggan setelah mendapatkan bantuan peralatan ini. Ini sangat membantu kelancaran usaha saya dan saya harap bisa semakin bermanfaat ke depannya,” ujar Sumarno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....