Pasutri Jatuh Gegara Fiber Optik Menjuntai, Provider Buka Suara

  • 21 Apr 2026 23:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Kabel Fiber Optik yang menyebabkan pasangan suami istri (pasutri) di dekat Rumah Dinas Bupati Sragen mulai terkuak. Muncul dugaan kuat bahwa kabel milik provider MyRepublic tersebut sempat tersangkut truk besar sebelum akhirnya menjerat leher dan motor korban.

Pasca kejadian tersebut, tim teknisi dari MyRepublic tampak sibuk melakukan penyambungan ulang kabel yang terputus, Selasa 21 April siang. Yua Ferdian Nirwana, teknisi MyRepublic, memberikan klarifikasi bahwa secara teknis kabel mereka telah dilengkapi pelindung sesuai standar.

Kecil kemungkinan kabel putus secara tiba-tiba karena sudah dilengkapi "sling" penahan sesuai SOP. Dia melihat Indikasi Kerusakan diduga kuat akibat tarikan paksa kendaraan besar (truk), yang kemudian membuat kabel menjuntai ke badan jalan.

Akibat putusnya kabel utama tersebut, distribusi sinyal internet ke sejumlah pelanggan di area sekitar sempat mengalami loss atau mati total sejak Selasa pagi. Mengenai tuntutan ganti rugi dari keluarga korban, Yua menyatakan pihaknya tidak bisa memutuskan secara instan.

"Saya akan bantu follow up ke kantor. Tugas saya saat ini memastikan jaringan kembali normal, sementara informasi mengenai korban akan kami laporkan ke pimpinan untuk tindak lanjutnya," ujar dia.

Sementara itu, pada kesempatan sama Ketua Pansus Raperda Infrastruktur Pasif DPRD Sragen, Faturrohman, turun langsung meninjau lokasi kejadian. Di sana, ia mendapati sisa-sisa insiden yang nyaris merenggut nyawa Lasmono dan Painem.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen itu juga mendapati sepeda motor korban masih tertahan di sekitar lokasi. "Ini murni insiden yang sangat disayangkan. Dugaan awal, kabel ini lebih dulu tersangkut truk yang lewat, lalu menjuntai ke jalan dan mengenai bapak-ibu itu," ujar Faturrohman di lokasi kejadian.

Faturrohman kembali menegaskan bahwa siapa pun pemilik kabelnya, aspek tanggung jawab sosial kepada warga yang menjadi korban harus dikedepankan. "Mereka ini warga kecil, pedagang yang sedang mencari nafkah di jam tiga pagi. Perlu ada rasa tanggung jawab nyata dari pihak pengusaha," ucapnya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....