Bukan Kedokteran, Jurusan K3 Jadi Pilihan Terfavorit di UTBK UNS 2026

  • 21 Apr 2026 19:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Tren pilihan program studi pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menunjukkan pergeseran signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Program studi sarjana terapan (D4) kini mulai mendominasi pilihan peserta, menggeser kedokteran dan psikologi yang selama ini menjadi primadona.

Rektor UNS, Prof. Hartono, mengatakan, hingga Selasa, 21 April 2026, tercatat program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menempati urutan pertama dengan jumlah peminat mencapai 5.582 orang.

Tingginya minat peserta terhadap program studi vokasi atau sarjana terapan ini menjadi fenomena menarik dalam lima tahun terakhir.

Selain K3, program studi Keperawatan Anestesiologi menempati urutan kedua terfavorit dengan tingkat keketatan mencapai 0,48 persen.

Hal ini berarti dari ribuan pendaftar, hanya sekitar 23 peserta yang akan diterima untuk mengisi bangku perkuliahan di jurusan tersebut, menjadikannya salah satu yang paling kompetitif secara nasional.

"Calon mahasiswa sekarang sudah cara pandangnya berbeda dalam lima tahun terakhir ini. Nomor satu yang paling banyak peminatnya adalah sarjana terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kedokteran sekarang berada di angka sembilan, sementara psikologi di angka sebelas," kata Prof. Hartono dalam jumpa pers di Gedung Rektorat kampus setempat, Selasa, 21 April 2026.

Selain faktor prospek kerja, lokasi geografis dan ekosistem Kota Solo turut mempengaruhi peningkatan jumlah pendaftar UTBK di UNS tahun ini.

Kota Solo dinilai strategis dengan biaya hidup yang relatif terjangkau serta fasilitas transportasi publik yang memadai.

Banyak peserta luar daerah mengaku tertarik mengikuti ujian di Solo karena suasana kotanya yang ramah dan ragam kuliner yang terjangkau bagi kantong mahasiswa.

Data statistik menunjukkan manajemen bisnis dan farmasi juga masih menempati posisi lima besar pilihan peserta.

Pergeseran tren ini mencerminkan bahwa calon mahasiswa kini lebih realistis dalam memilih jurusan yang memiliki konektivitas kuat dengan kebutuhan industri saat ini.

Meskipun kedokteran mengalami pergeseran peringkat peminat, tingkat keketatannya tetap stabil karena jumlah kursi yang disediakan memang terbatas sejak awal.

"Tingkat keketatan yang paling tinggi itu Keperawatan Anestesiologi karena dari 4.766 hanya diterima 23 orang. Angka keketatannya 0,48 persen. Calon mahasiswa melihat biaya hidup di Solo yang murah dan lokasi yang mudah terjangkau menjadi alasan tren peningkatan pendaftar," kata Prof. Hartono menambahkan.

Rapat monitoring dan evaluasi hari pertama UTBK UNS menunjukkan pelaksanaan berjalan lancar sesuai target kuota yang disetujui pusat.

Fenomena pergeseran minat ke arah vokasi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi universitas dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan pasar kerja.

Pihak kampus optimistis bahwa input mahasiswa tahun ini akan memiliki kualitas yang mumpuni mengingat ketatnya persaingan di hampir seluruh program studi (Dania/W)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....