UNS Pastikan UTBK 2026 Aman dari Perjokian, Diikuti 26.981 Peserta

  • 21 Apr 2026 19:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi memulai pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahun 2026 yang diikuti oleh 26.981 peserta.

Ujian ini dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 21 April 2026 hingga Rabu, 29 April 2026 di tiga lokasi utama, yakni Kampus Kentingan, Mesen, dan Pabelan.

Rektor UNS, Prof. Hartono mengatakan, untuk mendukung kelancaran arus ujian, pihak universitas telah menyiapkan 54 ruang kelas. Untuk kelancaran ujian didukung lebih dari 1.500 unit komputer di setiap sesi.

Pengamanan pelaksanaan ujian tahun ini ditingkatkan secara signifikan guna mengantisipasi berbagai tindak kecurangan, termasuk praktik perjokian. Prosedur pengawasan ketat dilakukan mulai dari pintu masuk, saat ujian berlangsung, hingga peserta meninggalkan ruangan.

Pihak panitia juga melakukan monitoring berkala bersama panitia SNPMB Pusat untuk memastikan seluruh perangkat teknis dan cadangan komputer berfungsi maksimal tanpa kendala sistem.

"Prosedur keamanan sudah kita upayakan ditingkatkan secara maksimal ya untuk mengantisipasi tindak kejahatan termasuk kemungkinan perjokian. Kami menetapkan prosedur pengawasan sejak awal peserta masuk hingga pelaporan hasil ke panitia pusat," ujar Prof. Hartono, dalam jumpa pers di Gedung Rektorat kampus setempat, Selasa, 21 April 2026.

Pada hari pertama pelaksanaan, tingkat kehadiran peserta tercatat sangat tinggi mencapai 97,9 persen. Karema sebanyak 1.478 orang hadir di sesi pertama.

Tercatat hanya 32 peserta yang berhalangan hadir atau sekitar 2,1 persen dari total kapasitas sesi. Pihak kampus mengapresiasi kedisiplinan para peserta dan berharap suasana kondusif ini tetap terjaga hingga seluruh rangkaian sesi ujian berakhir di penghujung April nanti.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Fitria Rahmawati, mengatakan, selain kesiapan teknis, UNS juga mengelola pengalihan kuota dari jalur SNBP yang tidak melakukan registrasi ulang untuk dialihkan ke jalur SNBT.

Hal ini dilakukan agar total kuota mahasiswa baru UNS sebanyak 11.150 kursi dapat terpenuhi secara optimal. Manajemen kuota ini dilakukan sesuai dengan aturan panitia pusat guna memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta ujian tulis untuk memperebutkan kursi yang tersedia.

"Total kuota UNS sekitar 11.150 yang disetujui. Untuk SNBT ini kuotanya sekitar 3.500, namun jika ada dari jalur sebelumnya yang tidak registrasi, kita bisa alihkan kuotanya ke jalur ini," kata Prof. Fitria.

Secara keseluruhan, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan pengawasan berlapis. Lokasi kampus yang strategis serta aksesibilitas yang mudah dijangkau menjadi nilai tambah bagi peserta yang memilih ujian di Solo.

Pihak universitas berkomitmen untuk mempertahankan standar operasional prosedur yang tinggi demi menjaga integritas hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi tersebut. (Dania/W)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....