Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir Terpantau Minim
- 17 Apr 2026 14:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banjir di Kota Solo tidak hanya berdampak oleh warga, tetapi juga pada infrastruktur lingkungan. Namun, kerusakan yang terjadi terpantau masih terbatas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan kerusakan infrastruktur hanya terjadi di satu titik. Lokasinya berada di wilayah Kelurahan Pajang.
“Kalau infrastruktur kemarin cuma satu saja, ada di Kelurahan Pajang, dinding rumah retak dan jalan kampung juga retak,” katanya saat dihubungi rri.co.id, Jumat 15 April 2026.
| Baca juga: Bupati Klaten Tinjau Lokasi Bencana Banjir |
Ia menjelaskan, kerusakan tersebut dipicu oleh tekanan air yang cukup tinggi. Kondisi lokasi yang dekat dengan saluran air turut memperparah dampak.
“Karena memang dekat dengan talut dan airnya tinggi, jadi ada retakan,” ucapnya menjelaskan.
Sementara itu, fasilitas seperti sekolah dilaporkan tidak terdampak. Kerusakan hanya terjadi pada rumah warga dan jalan lingkungan.
“Kalau dari sekolahan tidak ada,” ujarnya.
Meski demikian, jumlah warga terdampak banjir cukup besar. Tercatat sekitar 1.900 kepala keluarga terdampak di 12 kelurahan di Kota Solo.
“Sekitar 1.900-an KK terdampak di 12 kelurahan,” katanya.
Wilayah paling terdampak berada di Kelurahan Joyotakan, dengan jumlah sekitar 740 kepala keluarga. Banjir di kawasan tersebut dipicu oleh tingginya muka air Sungai Bengawan Solo serta rembesan dari tanggul. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....