Polresta Surakarta Siagakan Pasukan dan Perahu Karet di Titik Banjir
- 15 Apr 2026 18:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, bersama Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, turun langsung meninjau lokasi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kelurahan Joyotakan, Rabu 15 April 2026. Kehadiran jajaran Forkopimda ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan proses evakuasi warga terdampak di wilayah Kecamatan Serengan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Kombes Pol Catur Cahyono bahkan terlihat sigap membantu pengaturan lalu lintas di Jalan Yos Sudarso serta ikut mendorong kendaraan warga yang mogok akibat genangan air yang cukup tinggi. Aksi respons cepat ini dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran arus transportasi di jalur-jalur yang terdampak luapan sungai terbesar di Pulau Jawa tersebut.
“Kami menerjunkan 160 personel gabungan untuk membantu masyarakat, baik dalam pengaturan arus lalu lintas, evakuasi warga, maupun pengamanan di lokasi terdampak banjir. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujar Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Rabu 15 April 2026.
Kapolresta menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi sejak malam hari memicu kenaikan debit air yang meluas hingga ke Kecamatan Laweyan dan Pasar Kliwon. Selain pengamanan fisik, pihak kepolisian juga menyiagakan perahu karet milik Satuan Samapta untuk mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak ke lokasi pengungsian yang lebih aman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena curah hujan masih terpantau cukup tinggi. Mohon warga tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang cukup dalam demi keselamatan bersama,” ujar Kapolresta Surakarta.
Sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Surakarta terus diperkuat di lapangan melalui patroli rutin di titik-titik rawan genangan. Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, bersama Dandim 0735 Surakarta juga memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan darurat bagi warga yang sementara waktu harus meninggalkan tempat tinggalnya.
“Kehadiran tim gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat di tengah kondisi darurat ini. Penanganan difokuskan pada pembersihan saluran air dan percepatan evakuasi di titik-titik permukiman yang memiliki kedalaman air cukup signifikan,” katanya.
Hingga Rabu sore, personel kepolisian masih disiagakan di sejumlah ruas jalan protokol untuk mengarahkan pengguna jalan ke jalur alternatif guna menghindari kemacetan panjang. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat Surakarta segera setelah debit air Bengawan Solo menunjukkan tren penurunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....