Pasbata Jateng Berharap Masyarakat Bijak Sikapi Kampanye Sepeda Ahmad Luthfi

  • 14 Apr 2026 20:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ketua DPD Pasbata Jawa Tengah, Danang HS, menyayangkan berkembangnya narasi negatif yang menyerang Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terkait penggunaan sepeda dalam kampanye hemat energi. Danang menilai isu tersebut telah sengaja digeser dari pesan pola hidup sehat ke ranah politik, bahkan hingga dipermasalahkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Menurut Danang, fenomena ini menunjukkan adanya upaya dari pihak tertentu untuk memelintir setiap celah kecil guna membentuk sentimen negatif terhadap pimpinan daerah. Ia meminta publik agar tidak terjebak dalam bingkai kontroversi yang sengaja diciptakan di media sosial untuk menjauhkan peristiwa dari konteks aslinya sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan.

“Aneh, sepeda untuk kampanye hemat energi malah digeser-geser ke ranah politik. Padahal itu pesan hidup sehat, bukan bahan konflik. Setiap ada celah sekecil apa pun, langsung dipelintir, digoreng, dan diputar ulang di media sosial sampai jauh dari konteks aslinya,” kata Danang HS dalam pers rilis yang diterima RRI, Selasa 14 April 2026.

Mengenai polemik LHKPN, Pasbata Jateng menegaskan pelaporan aset pejabat negara memiliki mekanisme serta jangka waktu tersendiri yang telah diatur oleh undang-undang. Danang menyebut ada banyak kemungkinan mengapa barang tersebut belum tercatat, seperti status kepemilikan yang baru, sepeda pinjaman, hingga peran sebagai duta promosi atau ambassador.

“Ini bukan lagi soal sepeda, tapi soal bagaimana narasi bisa dibentuk dari kegiatan sederhana jadi isu besar yang dipaksakan. Bisa jadi baru beli atau menjadi ambassador-nya, jadi wajar kalau belum masuk laporan LHKPN karena mekanisme pelaporan ada waktunya,” ucapnya.

Di sisi lain, Danang mengajak masyarakat untuk lebih fokus melihat kinerja nyata pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen yang telah memberikan dampak positif bagi Jawa Tengah. Sejumlah capaian mulai dari penguatan infrastruktur, penanganan bencana yang komprehensif, hingga peningkatan investasi dan kemajuan sektor pendidikan serta kesehatan terus menunjukkan tren positif.

“Sejumlah program pro-rakyat juga terus digulirkan, seperti layanan dokter spesialis keliling, pendidikan gratis melalui sekolah kemitraan, hingga beasiswa santri. Kami juga melihat perbaikan rumah tidak layak huni dan pembangunan rumah rakyat terus berjalan masif di lapangan,” kata Danang.

Pasbata Jateng menilai kepemimpinan saat ini telah berhasil memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui konsep collaborative government dengan melibatkan berbagai pihak hingga mitra internasional. Hal ini dinilai lebih penting untuk disoroti sebagai upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah secara berkelanjutan.

“Di tengah dinamika yang ada, program prioritas tetap berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai sektor. Masyarakat jangan sampai kehilangan fokus pada kemajuan daerah hanya karena narasi yang dibingkai agar terlihat kontroversial,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....