Buka Suara Tunggakan Sewa Stadion Manahan, Dispora: Tidak Semua dari Persis

  • 14 Apr 2026 15:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Setelah menjadi perbincangan terkait adanya tunggakan penyewaan Stadion Manahan yang mencapai Rp2 miliar lebih dari Tim Persis Solo, akhirnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan tanggapan isu tersebut.

Dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa, 14 April 2026, Kepala Dispora Solo, Rini Kusumandari mengatakan bahwa total tagihan tersebut tidak hanya milik Persis Solo saja.

Rini Kusumandari juga menegaskan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan manajemen Persis Solo terkait tagihan yang ada untuk menyelesaikan tunggakan.

"Sudah kita bicarakan dengan tim manajemen untuk mereka juga berkomitmen menyelesaikan terkait tersebut. Semoga setelah musim ini mereka bisa menyelesaikan gitu. Jadi mereka sudah berkomitmen untuk segera menyelesaikan. Jadi kalau untuk total semuanya itu yang Rp2 miliar itu semua tagihan, tidak hanya Persis saja," kata Rini Kusumandari.

Total tagihan sendiri terdata Dispora Solo dari tahun 2024 hingga 31 Desember 2025. Persis sendiri disebut sudah membayarkan tagihan berjalan sebesar Rp40 juta. Selain Persis, pihak lain yang tidak bisa disebutkan Dispora Solo, juga sudah ada yang membayar tagihan berjalan hingga Rp100 juta.

Lebih lanjut ditambahkan Rini Kusumandari, bahwa pihaknya tidak memberikan tenggang waktu secara pasti terkait pelunasan tanggungan dan tidak mematok angsuran kepada Persis Solo.

"Kalau tenggat waktunya kan tidak ada, tetapi mereka secara komitmen akan menyelesaikan (tagihan). Nilainya juga tidak pasti harus dibayarkan berapa-berapa," katanya menambahkan.

Sementara itu, Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan menyebutkan bahwa pihaknya selalu berkomunikasi baik dengan Dispora. Menurutnya juga terkait kewajiban yang ada akan tetap diselesaikan dengan baik.

"Jadi sebagai klub yang profesional maka semua kewajiban pasti akan kita lakukan. Ketika ini jadi berita ya bisa kita sampaikan itu kewajiban ada (tunggakan) dan karena proses ini kan juga tim yang berlaga di Kota Solo, bagian dari Kota Solo. Sekarang ini kita memang lagi fokus untuk prestasi tim ya di sisa kompetisi ini," ucap Ginda Ferachtriawan.

Dikonfirmasi terkait adanya kendala keuangan sehingga berujung terjadi tunggakan sewa lapangan, Ginda menegaskan bahwa keuangan tim memang bergantung pada sponsor hingga segalam macam lainnya. Apalagi saat ini Persis Solo sedang mendapatkan hukuman larangan kehadiran penonton yang berdampak pada pengurangan pendapatan tim.

"Adanya pelarangan penonton ini juga ada potensinya. Satu pertandingan kita bisa mendapatkan mungkin Rp500 juta sampai Rp1 miliar misalnya, yang tadinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim ya sekarang dengan tanpa penonton ya dibilang terganggu mungkin terganggu ya, tapi ya namanya sebagai klub profesional apapun yang menjadi kewajiban ya akan kita penuhi," ucapnya menambahkan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....