Dukung Anak Autis, JCI Solo Gelar Walk for Autism
- 12 Apr 2026 11:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Komunitas Junior Chamber International (JCI) Solo menggelar kegiatan Walk for Autism (WFA) 2026 sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap anak-anak dengan spektrum autisme di Pura Mangkunegaran, Minggu, 12 April 2026.
Acara ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari anak-anak berkebutuhan khusus, pendamping, guru, serta masyarakat umum. Sebanyak 16 yayasan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Surakarta turut bergabung dalam aksi solidaritas yang berlangsung meriah tersebut.
Local President JCI Solo, Pulung Priyo Utomo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang peringatan hari autisme yang telah dimulai sejak tanggal 2 April lalu. Setelah aksi jalan sehat ini, JCI Solo telah menjadwalkan program penguatan kapasitas bagi orang tua melalui sesi parenting serta pelatihan khusus bagi guru pendamping.
Pihaknya juga tengah mengupayakan pelaksanaan tes minat dan bakat khusus bagi anak-anak autis agar potensi mereka dapat terpetakan dengan baik.
"Harapan kami adalah anak autis dapat disetarakan dengan anak-anak biasa, karena mereka punya kemampuan dan bukan anak yang harus dimarginalkan. Kami mencoba agar mereka tetap bisa bekerja normal selayaknya teman-teman yang lainnya," ujar Pulung Priyo Utomo di sela kegiatan.
Pulung juga memamerkan karya nyata anak-anak autis yang tertuang dalam desain kaos resmi panitia tahun ini. Lukisan tersebut murni hasil karya tangan anak-anak berkebutuhan khusus tanpa bantuan orang lain, mulai dari sketsa hingga pewarnaan.
Hal ini sengaja ditonjolkan untuk membuktikan kepada publik bahwa mereka memiliki kemampuan seni dan estetika yang luar biasa jika mendapatkan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitar.
Dukungan penuh juga datang dari pihak Pura Mangkunegaran yang kembali memfasilitasi tempat penyelenggaraan untuk kesekian kalinya.
Pengageng Kawedanan Panti Budaya di Kemantren Langenprojo, Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo, menyatakan keterlibatan Mangkunegaran merupakan simbol cagar budaya ini sangat ramah terhadap disabilitas.
Kehadiran komunitas autisme di ruang publik seperti Mangkunegaran diharapkan dapat mengikis stigma negatif yang selama ini melekat.
"Kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat Kota Solo bahwa kita semua itu setara. Jangan melupakan mereka dan harus tetap merangkul, karena pada dasarnya kita semua itu sama," kata Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo.
Selain jalan sehat, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari oleh komunitas anak-anak autis untuk menunjukkan kebolehan mereka di hadapan publik.
Harapannya, melalui konsistensi kegiatan seperti ini, pola pikir masyarakat dapat semakin terbuka untuk menerima kehadiran penyandang disabilitas di berbagai sektor kehidupan. JCI Solo berkomitmen untuk terus mengawal isu inklusivitas ini hingga anak-anak autis mendapatkan hak dan kesempatan yang sama di masa depan. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....