Hujan Lebat, Talud di Desa Ngemplak Karangpandan Ambrol Timpa Dapur Warga

  • 10 Apr 2026 19:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangpandan menyebabkan talud jalan desa di Dusun Wonoketi, Desa Ngemplak, ambrol pada Jumat siang. Material longsoran talud sepanjang 25 meter tersebut menimpa bangunan dapur milik warga yang berada tepat di bawah akses jalan desa.

Kejadian bermula saat wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 11.00 WIB yang mengakibatkan drainase meluap ke badan jalan. Kondisi ini membuat struktur talud tidak kuat menahan beban air hingga akhirnya longsor dan menjebol dinding bangunan rumah milik Sukimin Soko Mintono (66).

“Hujan lebat menyebabkan air drainase meluap dan mengaliri jalan sehingga talud jalan ambrol menimpa dinding dan dapur milik Bapak Sukimin. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut,” ujar Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, Jumat 10 April 2026.

Hendro menjelaskan kerusakan cukup parah terjadi pada bagian dinding kamar dan dapur dengan ukuran tinggi sekitar tiga meter. Selain dinding yang jebol, atap galvalum dengan rangka bambu milik korban juga mengalami kerusakan akibat hantaman material talud yang cukup besar.

“Dinding dapur tertimpa talud longsor dengan ukuran panjang 12 meter dan tinggi tiga meter, termasuk dinding kamar yang jebol. Selain itu, talud jalan desa yang ambrol secara keseluruhan mencapai panjang 25 meter dengan tinggi tiga meter,” katanya.

Tim reaksi cepat BPBD Karanganyar telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memberikan bantuan logistik guna keperluan kerja bakti warga. Petugas juga memberikan arahan keselamatan kepada pemilik rumah dan masyarakat sekitar untuk mewaspadai potensi longsor susulan jika hujan kembali turun.

“Personel kami sudah melaksanakan kaji cepat di lokasi bencana dan menyalurkan logistik untuk mendukung kerja bakti pembersihan material. Kami juga memberikan instruksi pengamanan dan arahan keselamatan bagi warga di sekitar lokasi kejadian,” ucap Hendro.

Hingga saat ini, nilai kerugian akibat bencana longsor tersebut masih dalam tahap penghitungan oleh tim terkait di lapangan. BPBD mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor, khususnya wilayah Karangpandan, untuk tetap siaga mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Saat ini kondisi di lokasi terpantau sudah aman dan terkendali, meskipun warga harus tetap waspada terhadap kondisi drainase saat hujan lebat. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan penanganan lanjutan berjalan lancar,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....