BI dan UNS Resmikan Gerai Cerdas PeKA, Bentengi Mahasiswa dari Scam
- 10 Apr 2026 12:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Gerai Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia Peduli, Kenali, Adukan (Gerai CERDAS PeKA) di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jumat, 10 April 2026.
Program ini merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK) Tahun 2026 yang bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan digital di lingkungan akademisi. Melalui penyediaan booth fisik, mahasiswa kini dapat mengakses informasi terkini mengenai modus penipuan hingga sarana pengaduan secara langsung.
Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Anton Daryono, menyatakan pesatnya digitalisasi di Indonesia memerlukan kesiapan dari sisi keamanan pengguna.
Ia menyoroti bagaimana pelaku kejahatan sering kali memanfaatkan kondisi psikologis calon korban dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Kampus dipilih sebagai titik penguatan karena mahasiswa dianggap memiliki keterampilan digital tinggi namun tetap memerlukan pemahaman risiko yang mendalam.
"Kita harus lebih mengerti lagi, kalau ada masalah tahu ke mana harus melaporkan dan mencari solusinya. Kami membawa tagline TAGAS; kalau ragu stop dulu, kalau paham bagikan, agar perlindungan konsumen ini menjadi budaya bersama," kata Anton Daryono dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Anton merinci Gerai Cerdas PeKA mengusung tiga pilar utama, yakni informasi isu aktual mengenai penipuan digital, akses kanal informasi pengaduan, serta ruang partisipasi bagi mahasiswa.
Melalui skema ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi objek edukasi, tetapi juga bertransformasi menjadi duta transaksi aman bagi lingkungan keluarga dan komunitasnya. Kehadiran gerai ini menjadi bukti kolaborasi antara bank sentral dengan asosiasi industri sistem pembayaran dan teknologi finansial.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Hartono, menyambut baik inisiatif ini mengingat adanya kesenjangan antara akses layanan keuangan dan tingkat literasi masyarakat.
Berdasarkan data nasional, peningkatan penggunaan layanan keuangan digital belum diiringi dengan pemahaman risiko yang memadai, sehingga angka laporan penipuan masih tergolong tinggi. Prof. Hartono menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam mengenali berbagai modus kejahatan finansial yang terus berkembang.
"Mahasiswa nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen literasi yang mendorong inklusi keuangan sehat serta menekan maraknya praktik penipuan. Keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh kecerdasan penggunanya," kata Prof. Hartono.
Kegiatan peresmian ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan penyedia layanan pembayaran digital lainnya.
Adapun Gerai CERDAS PeKA dirancang sebagai platform edukasi hybrid (offline dan online) yang memungkinkan mahasiswa mengakses materi pelindungan konsumen, mengikuti kampanye digital, hingga berpartisipasi dalam berbagai aktivitas seperti seminar terkait keamanan transaksi digital, social media challenge untuk menyebarkan edukasi, kompetisi inovasi terkait pelindungan konsumen hingga diskusi interaktif bersama industri.
Melalui kolaborasi ini, UNS berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga cerdas dalam mengelola ekonomi di era digital. Keberadaan Gerai Cerdas PeKA diharapkan menjadi momentum lahirnya ruang gerak untuk membentuk konsumen yang kritis dan terlindungi. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....