Berhasil Miliki 84 Desa Mandiri, Bupati Akan Dorong Desa Lain untuk Naik Level
- 08 Apr 2026 21:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO,ID, Boyolali - Tenaga Pendamping Profesional atau yang biasa disebut Tenaga Pendamping Desa, menyelenggarakan Halal Bihalal sekaligus Rakor Kabupaten pada Rabu 8 April 2026 di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.
Disampaikan Alif Basuki selaku Koordinator Pendamping Profesional, jumlah pendamping desa di Boyolali ada 105 orang. Terdiri dari enam orang pendamping sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat yang bertugas di tingkat kabupaten. Kemudian 39 orang yang bertugas di tingkat kecamatan dan 57 orang bertugas di tingkat desa.
"Saat ini desa-desa semua mengalami penurunan anggaran 60-70 persen, tentunya dengan penurunan anggaran itu keberadaan pendamping desa seharusnya sangat signifikan untuk membantu desa dalam proses pembangunan kedepannya." ujar Alif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali Ari Wahyu Prabowo memaparkan, pada Tahun Anggaran 2025, total dukungan keuangan pemerintah kepada desa mencapai Rp477.451.433.000,00 dengan realisasi sebesar Rp 474.631.319.428,00 atau 99 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa tata kelola keuangan desa di Kabupaten Boyolali berjalan efektif, disiplin, dan semakin akuntabel, dengan tingkat penyerapan yang sangat tinggi serta risiko administratif yang semakin terkendali." jelas Ari.
Selanjutnya berdasarkan Rekapitulasi Indeks Desa Tahun 2025, perkembangan desa di Kabupaten Boyolali menunjukkan kemajuan signifikan. Dari total 261 desa, tercatat 84 desa atau 32,18 persen berstatus Mandiri, 124 desa atau 47,51 persen berstatus Maju, dan 53 desa atau 20,31 persen berstatus Berkembang, serta tidak terdapat desa tertinggal maupun sangat tertinggal.
"Dengan capaian tersebut, skor rata-rata indeks desa Kabupaten Boyolali mencapai 75,40." imbuh Ari.
Menghadiri acara tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan merasa sangat bersyukur dengan perkembangan desa-desa di wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari peran semua pihak. Ia berharap kedepannya, kolaborasi yang sudah terjalin akan lebih baik lagi untuk menyatukan visi dan misi bersama meski dengan segala keterbatasan anggaran yang ada.
Orang nomor satu di Kota Susu itu berharap agar kepala desa, perangkat desa dan pendamping desa mampu menciptakan inovasi-inovasi untuk kemajuan desa masing-masing.
"Semoga kedepan tidak butuh waktu lama, nanti kita akan dorong dari aspek pembangunan infrastruktur, pendidikan bahkan kesejahteraan, sehingga nanti desa berkembang bisa naik ke desa maju, dari yang desa maju bisa naik ke desa mandiri." harap Bupati Agus.(Kisno/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....