Kemendikbud Saintek dan UNS Sinergi Perkuat Kompetensi Tendik
- 07 Apr 2026 12:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Puluhan Tenaga Kependidikan (Tendik) dari berbagai universitas di Indonesia mengikuti Workshop dan Benchmarking Analis Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) di Hotel Alana Solo, Selasa, 7 April 2026.
Kegiatan digelar Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbud Saintek) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 6-10 April 2026.
Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memeratakan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh perguruan tinggi tanah air agar memiliki standar profesionalisme yang seragam.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Muhtar, menjelaskan dari total 78 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, hanya delapan kampus yang diberikan kepercayaan oleh kementerian sebagai penyelenggara, termasuk UNS.
Kepercayaan ini didasarkan pada rekam jejak tata kelola SDM UNS yang dinilai mandiri dan progresif. Hal ini menjadi bukti posisi tawar UNS dalam mendukung kebijakan pusat terkait pengembangan karir dan profesionalisme tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi.
“Penyelenggaraan ini adalah bentuk kehormatan dan kepercayaan kementerian terhadap UNS. Dari sekian banyak PTN, kita termasuk yang terpilih karena dinilai memiliki SDM yang baik dan mandiri,” ujar Prof. Muhtar kepada media usai kegaiatan, Selasa, 7 April 2026.
Sejak tahun 2023, UNS telah menerapkan aturan internal yang memberikan kesetaraan hak bagi pegawai berstatus PNS maupun non-PNS. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2020 yang menjamin hak pengembangan kompetensi secara adil.
Dengan komposisi staf yang hampir separuhnya berstatus non-PNS, kemandirian aturan internal ini menjadi modal kuat bagi UNS dalam menyukseskan program penguatan kompetensi yang dicanangkan kementerian.
Workshop ini juga dirancang untuk menghilangkan dikotomi kompetensi antara kampus negeri dan swasta, maupun antara kampus dengan status hukum yang berbeda seperti Satker, BLU, dan PTN-BH.
Kementerian berharap ke depan tidak ada lagi kesenjangan kualitas SDM di antara lembaga pendidikan tinggi. Keseimbangan kompetensi ini dinilai sangat krusial mengingat persaingan global yang menuntut performa SDM yang mumpuni di setiap lini.
“Harapan kementerian adalah kompetensi SDM ke depan itu merata, baik negeri maupun swasta. Sebab, mitra luar negeri tidak memilih status kampus kita, melainkan melihat berdasarkan kompetensi SDM yang ada,” kata Prof. Muhtar.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam pesan arahannya menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini. Menurutnya workshop ini bukan sekadar agenda pelatihan rutin, melainkan dimaksudkan sebagai dasar untuk membangun pendidikan tinggi yang lebih baik.
Brian menyebut Tenaga Kependidikan punya posisi yang penting dalam memastikan berjalannya sebuah institusi pendidikan tinggi.
"Tanpa kehadiran Tendik, sulit untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing. Peran mereka mungkin terlihat kecil, kadang tidak terlihat di depan, tetapi peran-peran itu sangat strategis dan penting," katanya.
Ia berharap melalui peningkatan kompetensi ini, para Tendik dapat bekerja lebih profesional dan efisien.
"Dari aktivitas-akstivitas kecil dan krusial yang dilakukan Tendik, kita berharap agenda dan kemajuan perguruan tinggi menjadi jauh lebih baik," ujar Brian.
Dengan adanya penyamaan standar kompetensi ini, perguruan tinggi di Indonesia diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjalin kemitraan internasional. Hilangnya perbedaan kualitas SDM antara kampus negeri dan swasta akan menjadi kunci utama dalam memajukan ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Melalui workshop ini, para Tendik diharapkan mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan efisiensi operasional di instansi masing-masing. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....