Ikhtiar Warga Tasgunting Cari Faiz Nizam, Keliling Dusun Bawa Obor dan Alat Dapur

  • 30 Mar 2026 21:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Ratusan warga Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar turut berupaya aktif dalam mencari seorang anak atasnama Faiz Khoirul Nizam (8), yang dilaporkan menghilang sejak Minggu 29 Maret 2026 lalu. Dengan menggunakan jalur kearifan lokal, warga Tasgunting, berkeliling kawasan dusun pada Senin, 30 Maret 2026 malam, sebagai bentuk ikhtiar batiniah agar korban segera ditemukan.

Kegiatan yang melibatkan sekitar seratus orang ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu-ibu, pemuda karang taruna, hingga para sesepuh desa. Dengan membawa obor dan berbagai peralatan dapur seperti gelas, piring, hingga wajan, warga menyusuri setiap sudut dusun mengikuti arah jarum jam.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, aksi ini merupakan inisiatif warga yang ingin mendukung proses pencarian secara spiritual. Di tengah kesunyian malam, warga terus meneriakkan nama korban dengan harapan ada petunjuk baru yang muncul di lokasi hilangnya pelajar kelas satu tersebut.

“Malam hari ini itu kegiatan kearifan lokal dari warga Tasgunting, Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat. Bahwa itu salah satu ikhtiar dari warga masyarakat sekitar ikut mendoakan semoga survivor atas nama Mas Faiz ini segera ketemu,” ujar Hendro Prayitno, Senin, 30 Maret 2026.

Meskipun tim SAR gabungan secara teknis terus melakukan penyisiran di darat dan sungai, dukungan moral dari warga ini dinilai sangat berarti bagi keluarga korban. Suasana Dusun Tasgunting nampak haru saat rombongan warga berkeliling sambil memanjatkan doa bersama di sela-sela dentuman peralatan dapur yang mereka bawa.

Hendro Prayitno juga menambahkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersamaan di masa sulit seperti ini sangat diapresiasi oleh pihak otoritas penanggulangan bencana. Upaya pencarian secara resmi tetap akan dilanjutkan oleh tim gabungan dengan mengevaluasi setiap perkembangan di lapangan.

“Itu diikuti jumlah warganya sekitar seratus orang dari ibu-ibu, kemudian Karang Taruna, Bapak-bapak berkeliling dusun mengitari jarum jam. Ada yang membawa gelas, piring, wajan, kemudian obor sambil meneriakkan nama survivor tersebut,” ujar Hendro.

Adapun, operasi pencarian ini akan terus dilanjutkan dengan mengevaluasi hasil penyisiran tahap awal. Pihak BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan korban untuk segera melapor ke posko terpadu di Desa Nangsri.

“Penyisiran meliputi pergerakan di darat kemudian juga ke sungai terdekat. Sampai pukul dua siang hari ini belum diketemukan tanda-tanda dan hasil pencarian masih nihil. Mohon doanya agar survivor segera diketemukan dalam keadaan selamat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....