Sidak Pasar Takjil, Astrid Widayani Dapati Mie Mengandung Formalin

  • 13 Mar 2026 04:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani bersama Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) Dinas Kesehatan mengadakan sidak pasar takjil di daerah Manahan pada Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam sidak ini, dikatakan Astrid Widayani, dirinya bersama tim pengawas Dinas Kesehatan melakukan empat tes ke 10 makanan dan minuman yang diperjualbelikan, yakni formalin, borax, zat pewarna serta rhodamin.

Setelah melakukan empat pengetesan terhadap bahan makanan dan minuman di pasar takjil yang berada di daerah Manahan, Astrid Widayani menjelaskan ada satu makanan yang terdeteksi menggunakan formalin, yakni makanan mie berwarna kuning. Mendapati temuan tersebut, dirinya mengatakan sudah memberikan edukasi kepada pedagang yang bersangkutan.

"Ada satu temuan mie kuning mengandung formalin. Tetapi sudah langsung di edukasi ke pedagangnya yang barangkali memang kurang pemahaman ketika mengambil barang atau sebagai supplier di pasarnya. Sehingga kita juga mengingatkan nanti yang ada di pasar-pasar tradisional, para pedagang bisa berhati-hati dalam memastikan keamanan pangan yang ada di Surakarta," kata Astrid Widayani.

Demi mengantisipasi keamanan pangan juga, Astrid Widayani meminta Dinas Kesehatan tidak hanya melakukan sidak ke pasar takjil saja, tetapi juga meninjau langsung bahan pangan yang berada di pasar induk. Karena menurutnya semua asal bahan olahan berasal dari pasar.

Ditambahkan Astrid Widayani, pedagang takjil yang menjual mie kuning sudah dilakukan edukasi dan diarahkan langsung Dinas Kesehatan untuk mengganti bahan makanan yang dijual ke bahan makanan yang lebih sehat.

"Langsung kita beri arahan dan tentunya dari mata rantai ini harus kita edukasi semua bahwa ini makanan yang kurang baik untuk kesehatan dan kurang layak untuk dikonsumsi. Penyedia makanannya juga langsung diarahkan Dinas Kesehatan yang lebih sehat, jenisnya yang sehat juga banyak. Jadi tidak ada pengawetnya, semua bahan dasar alami," katanya menambahkan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati Wulandari mengatakan akan menindaklanjuti temuan ke lokasi tempat asal pedagang membeli bahan makanan yang dijualnya.

"Nanti tentunya kita akan menindaklanjuti tempat asalnya dia kulakan itu, tentunya kan juga harus kita berikan edukasi, untuk mereka tau dagangannya yang dijual kepada pedagang lain mengadung formalin. Kalau memang mengolah sendiri harus diperbaiki juga supaya tidak menggunakan bahan berbahaya. Kalau dia mengambil di tempat lain ya jangan sampai mengambil lagi ditempat itu," ucap Retno Erawati Wulandari.

Lebih lanjut, pihak Dinas Kesehatan juga akan melakukan penelusuran terhadap para pedagang-pedagang yang kedapatan menjual dagangan mengandung bahan berbahaya. Jika memang ada unsur kesengajaan, Retno Erawati Wulandari akan berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya dalam melakukan pembinaan ataupun sangsi.

"Tentunya akan kita telusur lebih lanjut dulu ya, apakah dia memang sengaja memberikan itu atau hanya mengambil dari pedagang lainnya. Kita juga akan bekerja sama dengan OPD-OPD terkait dengan hal ini, seperti penertiban, dan lain sebagainya. Sehingga nanti para pedagang harus berkomitmen menyediakan pangan yang aman untuk dikonsumsi," ucapnya menambahkan.

Retno Erawati Wulandari mengingatkan kepada masyarakat jika mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya memang tidak terlihat dampaknya dalam beberapa hari, namun pada waktu yang lama tentu akan dirasakan.

Dinas Kesehatan sendiri terus berupaya mencegah hal tersebut demi memastikan masyarakat Kota Surakarta bisa terjaga dalam kesehatannya dan terhindar dari penyakit yang ditimbulkan pasca mengkonsumsi makanan tidak layak. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....