Wawali Solo Monitoring SKO, Perkuat Pembibitan Atlet Muda
- 05 Agt 2026 23:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, melakukan monitoring aktivitas pembelajaran dan latihan di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Surakarta. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pembinaan atlet muda tetap berjalan seimbang antara peningkatan prestasi olahraga dan pendidikan.
Astrid mengatakan keberadaan SKO merupakan aset penting bagi Kota Surakarta dalam menyiapkan bibit atlet sejak jenjang sekolah menengah pertama. Sekolah tersebut diharapkan memperkuat ekosistem olahraga sekaligus menjadi tempat pengembangan bakat atlet muda.
"Solo punya satu aset untuk pembibitan atlet-atlet muda dimulai dari sekolah menengah pertama," kata Astrid saat mengunjungi SKO Surakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Astrid, pembinaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga. Pendidikan akademik tetap harus menjadi bagian penting dalam proses pengembangan siswa SKO.
"SMP khusus olahraga atau SKO ini menjadi bagian penting bagaimana ekosistem olahraga di Kota Surakarta bisa terbentuk dengan kuat, dengan harapan hubungan antara pendidikan dan olahraga ini juga tidak terlepas," ujarnya.
Astrid menilai perhatian terhadap pendidikan diperlukan karena atlet muda menjalani latihan secara intensif untuk mengembangkan kemampuan olahraga. Sistem pendidikan berbasis olahraga di SKO diharapkan mampu menjaga keseimbangan tersebut.
"Banyak sekali yang fokus ke olahraga sehingga lupa di pendidikan, sehingga pendidikan yang berbasis olahraga ini semoga bisa dioptimalkan ke depan menjadi satu bentuk pendidikan yang juga mengasah bakat-bakat anak-anak di bidang olahraga," ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Astrid juga memberikan motivasi kepada siswa mengenai pentingnya kedisiplinan dalam meraih kesuksesan. Para siswa diminta memanfaatkan bakat, kemampuan, dan kesempatan belajar yang dimiliki dengan penuh tanggung jawab.
"Untuk menjadi orang sukses, hal pertama yang dibutuhkan adalah disiplin. Kalian diberikan titipan berupa bakat, kemampuan, dan kesempatan untuk belajar. Ketiganya harus dibangun dari diri sendiri dengan rasa sadar dan tanggung jawab," katanya.
Pembinaan di SKO Surakarta dilakukan terhadap 12 cabang olahraga secara setara. Siswa juga didorong menjaga keseimbangan antara latihan, pendidikan, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua, serta ibadah untuk membentuk karakter atlet secara utuh.
Astrid berharap pembinaan yang dilakukan SKO dapat menghasilkan atlet-atlet berprestasi bagi Kota Surakarta pada masa mendatang. Evaluasi kebutuhan sarana dan prasarana juga akan terus dilakukan untuk mendukung proses pembinaan.
"Cabang olahraga apa pun, sehingga Kota Solo nanti memiliki aset luar biasa untuk atlet-atlet di masa depan," ujarnya. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....