Inilah Strategi Kinerja Tahun 2026 dari Yayasan Nur Hidayah Surakarta
- 12 Mar 2026 04:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Memasuki tahun 2026, Yayasan Nur Hidayah Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi melalui optimalisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) di setiap direktorat.
Yayasan Nur Hidayah Surakarta berkomitmen menjadi lembaga pendidikan dan sosial yang menghadirkan manfaat luas bagi umat melalui pengelolaan yang profesional, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Seluruh direktorat bergerak secara terpadu untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, spiritualitas, dan kepedulian social,” ujar Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah, H, Heri Sucitro dalam acara media Gathering di kantor Yayasan Nur Hidayah di Kawasan Sumber Solo, Rabu 11 Maret 2026.
Menurut dia, dalam bidang pembinaan karakter dan Al-Qur'an, Yayasan menanamkan fondasi kepribadian Qur'ani melalui penguatan adab, kedalaman interaksi dengan Al-Qur'an, serta pembentukan pribadi Islami yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Pembelajaran Al-Qur'an tidak hanya diarahkan pada penguasaan bacaan dan pemahaman, tetapi juga pada pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan.
“Pengembangan Sekolah Islam Terpadu menjadi salah satu pilar utama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui modernisasi sistem pendidikan, penguatan tata kelola, serta perluasan jejaring kemitraan hingga tingkat global, Yayasan berupaya menghadirkan sekolah yang unggul, berdaya saing nasional, serta memiliki standar pendidikan yang diakui secara internasional,” kata dia.
Menurut dia, seluruh upaya tersebut didukung oleh tata kelola keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan keuangan diarahkan untuk memastikan keberlanjutan lembaga melalui pertumbuhan pendapatan yang stabil, kepatuhan terhadap perencanaan anggaran, serta penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mendukung program-program strategis Yayasan.
“Dalam pengembangan organisasi, Yayasan menempatkan sumber daya manusia sebagai aset utama. Penguatan kompetensi, karakter, profesionalitas, serta keberlanjutan kepemimpinan menjadi fokus penting agar setiap pegawai mampu memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan amanah Lembaga,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Nur Hidayah, Fathkuroji menambahkan sistem administrasi dan kesekretariatan terus diperkuat melalui integrasi dan digitalisasi sistem informasi, pengelolaan arsip yang profesional, serta komunikasi publik yang efektif. Hal ini dilakukan untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan tertib, transparan, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat.
“Selain menjalankan peran dalam bidang pendidikan, Yayasan juga menghadirkan kontribusi sosial melalui pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Dengan pendekatan pengasuhan yang holistik, Yayasan berupaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi anak-anak, sekaligus membina mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, dan berdaya,” katanya.
Melalui sinergi seluruh direktorat, Yayasan Nur Hidayah Surakarta terus bergerak menjadi lembaga yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat mencetak generasi berkarakter Qur'ani, menghadirkan pendidikan berkualitas, serta menebarkan manfaat yang berkelanjutan bagi umat dan bangsa.
“Semuanya dalam rangka mewujudkan visi Yayasan Nur Hidayah menjadi lembaga yang terkemuka, maju, kuat, mandiri, dan terdepan dalam pengamalan Islam untuk kemuliaan umat dan kejayaan bangsa,” tandasnya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....