Risiko Obesitas Anak Solo Capai 30,9 Persen, Disdik Tekankan Parenting

  • 25 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Yayasan Gita Pertiwi mengungkapkan fakta mengejutkan terkait tingginya risiko penyakit tidak menular pada kalangan pelajar di Kota Surakarta.

Berdasarkan hasil riset terbaru, tercatat sebanyak 30,9 persen siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Menengah Pertama (SMP) teridentifikasi mengalami kondisi obesitas.

Direktur Program Yayasan Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti, menjelaskan temuan tersebut merupakan konklusi klinis dari pemantauan 330 responden pelajar.

Ratusan anak ini berasal dari 11 sekolah negeri maupun swasta yang telah diukur indeks kesehatan fisiknya secara rutin selama satu tahun terakhir.

"Secara metodologi ada pengukuran kemudian dianalisis ketemu obesitas 30,9 persen. Kita tidak bisa hanya melihat dari makanan yang tersedia di kantin sekolah, melainkan pola konsumsi dari anak itu bangun tidur sampai tidur kembali," ujar Titik, Senin, 25 Agustus 2026.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dimas Teguh Saputra, membenarkan penyediaan pangan di sekolah bukan satu-satunya akar masalah.

Mayoritas pemicu obesitas justru berasal dari kebiasaan anak yang malas bergerak serta asupan kalori berlebih di rumah.

Sebagai langkah intervensi strategis, Dinas Pendidikan bersama petugas Puskesmas setempat kini rutin melakukan pengecekan kesehatan fisik terhadap lebih dari 43 ribu murid se-Kota Solo.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mewajibkan seluruh sekolah negeri untuk mengadakan program parenting atau edukasi pengasuhan bagi para wali murid.


"Ada anak-anak yang obesitas itu tidak semuanya karena makan banyak, kadang mereka itu juga malas gerak. Makanya kami mulai galakkan program parenting di sekolah agar ada edukasi terkait pola hidup sehat untuk orang tua," kata Dimas.

Keselarasan antara edukasi gizi di lingkungan pendidikan dan kontrol pengasuhan di rumah dinilai sangat krusial bagi tumbuh kembang anak.

Kolaborasi kuat dari pihak sekolah dan orang tua diyakini mampu memutus mata rantai obesitas serta menciptakan generasi penerus bangsa yang produktif. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....