Yayasan NH Surakarta Perkuat Peran dalam Pendidikan, Dakwah, dan Kemanusiaan

  • 12 Mar 2026 04:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Yayasan Nur Hidayah Surakarta menutup tahun 2025 dengan berbagai capaian penting yang menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan Islam terpadu, pembinaan generasi Qur'ani, serta pelayanan sosial kemasyarakatan.

Berbagai program yang dijalankan sepanjang tahun tersebut tidak hanya memperkuat kualitas internal lembaga, tetapi juga memberikan dampak luas bagi masyarakat

Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah, H, Heri Sucitro mengatakan, sepanjang tahun 2025, Yayasan Nur Hidayah didukung oleh 452 pegawai yang mengelola berbagai unit pendidikan dan layanan sosial.

“Pada sektor pendidikan, jumlah peserta didik di lingkungan PAUDIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Nur Hidayah mencapai 2.118 siswa. Sementara itu, program pesantren terus berkembang dengan 56 santri yang menempuh pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Nur Hidayah di Sawit dan Kebakkramat,” ujar dia saat paparan dalam acara gathering media dan buka bersama di kantor Yayasan Nur Hidayah di Sumber Solo, Rabu 11 Maret 2026.

H. Heri Sucitro yang didampingi Fathkuroji selaku Sekretaris Yayasan juga menyampaikan, bahwa komitmen lembaga terhadap pendidikan berkelanjutan juga tercermin dari keberhasilan lulusan yang melanjutkan pendidikan tinggi.

Fathkuroji, Sekretaris yayasan Nur Hidayah

“Pada tahun 2025, 73,9% lulusan SMAIT Nur Hidayah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Selain itu, pembinaan karakter dan kepemimpinan santri juga menunjukkan hasil yang positif, di mana 10 santri mengabdi di berbagai unit Nur Hidayah seperti pondok pesantren, LKSA, SMPIT, dan SMAIT, bahkan hingga lembaga mitra di luar daerah seperti SMPIT Al Bina Sumatera Barat,” katanya.

Sekretaris Yayasan Nur Hidayah, Fathkuroji menambahkan, dalam bidang prestasi, mencatat berbagai pencapaian membanggakan. Implementasi pembelajaran bilingual di seluruh unit SIT, serta pengakuan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Ramah Anak di SDIT, menjadi indikator kuat kualitas lingkungan pendidikan yang dikembangkan.

“Dari sisi prestasi siswa, tercatat 24 prestasi tingkat internasional dan 169 prestasi tingkat nasional berhasil diraih sepanjang tahun.” ujarnya.

Dia juga menyampaikan prestasi juga datang dari lingkungan Pondok Pesantren Nur Hidayah, di antaranya Juara 1 Lomba Kode Morse MPDI Tingkat Nasional, Juara 3 Lomba Musabaqah Syarhil Qur'an tingkat Provinsi, 10 santri Pramuka Garuda, serta 3 santri yang telah menghafal 30 juz Al-Qur'an.

Berfoto bersama wartawan dari berbagai media di Solo

Sedangkan dari sisi pengembangan kelembagaan, Yayasan Nur Hidayah juga melakukan rebranding Sekolah Islam Terpadu yang meliputi pembaruan logo dan penguatan sarana prasarana pada unit PAUDIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Selain itu, pembangunan fasilitas Pondok Pesantren terus berlangsung. bersamaan dengan proses pendirian Madrasah Aliyah (MA) sebagai langkah strategis memperluas layanan pendidikan.

“Pada sektor filantropi, LAZ Nur Hidayah mencatat capaian yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, lembaga ini menyalurkan dana sebesar Rp2.058.048.644 kepada 36.348 penerima manfaat. Atas inovasi dalam pengelolaan dan penggalangan dana, LAZ. Nur Hidayah memperoleh Penghargaan Platinum sebagai kategori Inovasi Fundraising Terbaik pada Zakat Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Forum Zakat Nasional di Jakarta pada 3 Desember 2025,” kata dia.

Sedangkan, penguatan kelembagaan juga ditandai dengan diterimanya SK Nomor 1634 Tahun 2025 dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, yang menetapkan LAZ Nur Hidayah sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Kota pada 13 Agustus 2025.

Selain itu, Yayasan Nur Hidayah secara aktif menghadirkan program dakwah dan edukasi masyarakat melalui kajian umum di enam lokasi, dengan rata-rata jumlah peserta mencapai 695 orang di setiap kegiatan. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....