Dewan Profesor UNS dan MPR Bahas Penguatan Etika Bangsa

  • 11 Mar 2026 23:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkolaborasi dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) membahas penguatan etika kebangsaan dan peran strategis profesor dalam menjaga integritas Indonesia. Pembahasan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS, Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan yang digelar Komisi II Dewan Profesor UNS tersebut mengangkat tema “Penguatan Etika, Jati Diri, dan Peradaban Bangsa: Peran Strategis Profesor dalam Menjaga Integritas Indonesia.”

Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan Sekretariat Jenderal MPR RI dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara penting untuk memperkuat nilai etika dan integritas dalam kehidupan publik.

“Bangsa yang besar tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi atau stabilitas politik, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan etika, keteladanan, dan kejelasan jati diri bangsa,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi, muncul berbagai persoalan seperti krisis keteladanan, konflik kepentingan, hingga menurunnya integritas di ruang publik. Dalam kondisi tersebut, profesor memiliki peran strategis tidak hanya sebagai otoritas akademik, tetapi juga penjaga nalar dan integritas ilmiah.

Menurut Joko, profesor diharapkan menjadi moral force yang mampu menghadirkan kepemimpinan berbasis nilai, menjaga independensi akademik, serta menjalankan tanggung jawab sosial intelektual bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, menilai kerja sama antara Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) memiliki makna strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

"Kolaborasi antara Dewan Profesor UNS dan MPR RI mempertemukan dimensi konstitusional dan dimensi intelektual dalam kehidupan berbangsa,”

Ia berharap dari forum diskusi tersebut dapat lahir berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat etika kebangsaan serta menjaga jati diri nasional.

FGD ini menghadirkan keynote speech dari Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Dr. Wachid Nugroho. Selain itu hadir pula narasumber Prof. Dr. Siswandari dan Prof. Dr. Sunny Ummul Firdaus dengan moderator Prof. Dr. Drajat Tri Kartono.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir gagasan strategis dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat etika akademik sekaligus mendukung pembangunan peradaban Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....