110 Penari Lansia Jebres Siap Pukau Event Solo Menari 2026

  • 10 Mar 2026 17:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Seratus lebih penari dari Kelurahan Jebres, Kota Solo, mulai mematangkan persiapan intensif guna menyukseskan perhelatan Solo Menari. Latihan gabungan tersebut dipusatkan di Pendapa Langen Mataya Gendhon Humardani Surakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Menariknya, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, turut hadir di tengah para peserta. Bahkan ikut serta dalam rangkaian gerak tari bersama para seniman senior.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Kartini sekaligus Hari Tari Dunia yang akan dipusatkan dalam event Solo Menari pada tanggal 29 April 2026. Fokus utama dari kelompok penari ini menonjolkan aspek gender, mengingat seluruh anggotanya merupakan perempuan lanjut usia (lansia).

Mayoritas penari yang terlibat telah berusia di atas 65 tahun. Namun tetap menunjukkan keluwesan dan semangat yang luar biasa dalam melestarikan budaya Jawa.

Pembina Langen Mataya Gendhon Humardani, Nanik Made, menjelaskan tahun ini merupakan partisipasi ketiga mereka dalam perayaan Hari Tari Dunia di kampus ISI. Dengan mengusung tema "Jebres Menari", jumlah peserta tahun ini meningkat drastis hingga mencapai 110 penari Gambyong.

Mereka berasal dari seluruh atau 36 RW di Kelurahan Jebres. Meningkat dibandingkan tahun lalu hanya 1 RW. Hal ini mempertegas identitas wilayah tersebut sebagai "Jebres Kampung Seni" yang mampu melibatkan masyarakat secara masif.

"Harapannya, Jebres Menari bisa menjadi penciri bahwa masyarakat kami selalu cinta budaya dan mewujudkannya dalam event bertaraf internasional," ujar Nanik Made saat ditemui rri.co.id usai kegiatan, Selasa, 10 Maret 2026.

Selain aspek pertunjukan, Sanggar Langen Mataya juga membawa misi edukasi untuk mengajarkan rasa hormat kepada sosok guru. Khususnya mendiang Gendhon Humardani, sebagai tokoh pendiri ASKI yang kini menjadi ISI.

Semangat almarhum terus dijaga agar para penari tidak sekadar menguasai keterampilan gerak, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu dan etika. Misi ini diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda agar tidak melupakan jasa para maestro yang telah membangun fondasi seni tari akademis.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengaku sangat terkesan dan tidak menyangka bisa bertemu dengan para guru besar tari yang berkumpul dalam satu wadah. Ia menilai loyalitas dan dedikasi yang ditunjukkan para penari senior ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang kebudayaan di Kota Solo.

Kehadirannya di Pendapa Gendon Humardani sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah untuk memberikan semangat kepada para seniman yang masih aktif di tingkat akar rumput.

"Saya bangga melihat semua senior dan guru besar penari di Kota Solo bersatu di sanggar Langen Mataya ini. Harapan saya, dedikasi beliau-beliau ini bisa menjadi inspirasi bagi ratusan sanggar kecil berbasis wilayah yang ada di kampung-kampung di Solo untuk terus melestarikan budaya," kata Astrid. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....