Makanan Mengandung Bahan Pengawet Ditemukan di Pasar Gedhe Klaten
- 10 Mar 2026 13:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten- Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Kesehatan setempat menemukan makanan mengandung bahan pengawet saat melakukan pemeriksaan keamanan pangan menjelang Lebaran. Temuan tersebut di Pasar Gedhe sebagai sampel pasar tradisional, terjadi pada Selasa 10 Maret 2026.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto melihat secara langsung kegiatan tersebut.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada wartawan mengatakan pemeriksaan keamanan pangan dilakukan terhadap 40 sampel baik makanan olahan maupun sayur -sayuran. Dari hasil pemeriksaan tersebut petugas menemukan sejumlah makanan yang mengandung bahan pengawet atau formalin dan pewarna.
" Total ada 40 sampel ada beberapa mengandung formalin, krupuk lorek mengandung pewarna kemudian teri nasi sama gereh petek mengandung formalin meskipun tipis," kata Hamenang Wajar Ismoyo
Dikatakan dari hasil temuan itu kemudian petugas meminta makanan yang mengandung bahan pengawet untuk tidak dijual. Jika ternyata masih nekat menjual barang yang mengandung bahan berbahaya akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang ada.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto menyebut temuannya cendol mengandung pewarna. Sedangkan teri nasi dan gereh petek atau ikan asin mengandung formalin dan krupuk lorek mengandung pewarna.
Dikatakan bahan pengawet tersebut tidak layak untuk masuk kedalam tubuh manusia. Karena akan berdampak terhadap kesehatan.
"Bahanya kandungan tersebut sebenarnya tidak layak kedalam tubuh manusia, karena jenis-jenis tersebut sangat berdampak terhadap kesehatan seluler maupun merusak fungsi fungsional dalam tubuh," katanya.
Purwadi Lurah Pasar Gedhe mengatakan teri tersebut biasanya mengambilnya dari luar Klaten seperti Lamongan ataupun Bojonegoro.
"Pedagang tidak mengambil di supplier itu. Biasanya teri berasal dari Lamongan dan Bojonegoro, biar mengambil ke yang lain," kata Purwadi.
Ia juga mengatakan adanya pemeriksaan kesehatan makanan tersebut agar jadi mengerti untuk kemudian dilakukan pembinaan. Adam Sutanto
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....